Senin, 18 Februari 2019

Resensi Buku : Misi Rahasia Mush'ab bin Umair (Bagian ke II : Fase Dakwah Madinah)

Sebelum membaca bagian ini, ada baiknya kita membaca bagian pertama dulu yukk ^^~

Resensi Buku : Misi Rahasia Mush'ab bin Umair [Bab I : Fase Dakwah Mekah]

Masih tentang pria tampan yang pasti melebihi oppa oppa Korea, Ia yang patut dielu-elu dan di puji - puji. Karena bukan jago nge-dance, nyanyi, atau adegan romantis. Ya, dia lah Mush'ab bin Umair, namanya terukir indah sebagai sahabat yang pertama - tama masuk Islam dan mengemban misi rahasia yang luar biasa.

Datanglah sekelompok kafilah dari Yastrib. Sebuah tempat nan subur dimana konflik suku Aus dan Khajraj tak berkesudahan dengan dalang kaum Yahudi sebagai pengadu domba.


Rasulullah tak melewatkan kedatangan kafilah ini, Beliau mendakwahkan Islam hingga mereka mau memeluk Islam dan kembali ke Yastrib dengan membawa Agama dari Nabi Muhammad SAW.

Setahun berlalu, penerimaan penduduk Yastrib terhadap Islam masih kurang dikarenakan :
Pertama, Informasi tentang Islam As'ad bin Zurarah tak cukup lengkap karena ia hanya bertemu beberapa hari bersama Rasululullah SAW.
Kedua, masih kuatnya pemahaman jahiliyah di tengah Masyarakat Yastrib
Ketiga, belum begitu mengenal sosok Muhammad.
Hingga pada musim ziarah berikutnya mereka kembali ke Makkah dan sekaligus untuk berba'iat secara rahasia di Aqabah kepada Baginda Rasulullah.

Musim ziarah telah berlalu, Rasulullah menunjuk Mush'ab bin Umair untuk mendakwahkan Islam di Yastrib. Serta misi rahasia yang Ia emban,yakni :
Pertama, agar aktivitas dakwah Islam menyebar dan tidak hanya berfokus di Mekah.
Kedua, Mush'ab ditugaskan untuk mengetahui secara langsung dan lebih dekat trntang masyarakat Yastrib terhadap dakwah dan penyebaran Islam. Memetakan siapa kah yang menerima, dan yang menolak dakwah Islam serta yang memiliki pengaruh politik dan pemegang kekuasaan di Yastrib.
Ketiga, Mush'ab diutus untuk melakukan pembinaan intensif tentang Islam.
Keempat, untuk mencari 'nusrah' atau pertolongan yang mampu menghilangkan hambatan dalam penyebaran Islam.

Strategi yang Mush'ab gunakan untuk menyebarkan dakwah Islam di Yastrib ialah dakwah secara pemikiran (dakwah fikriyah), dakwah secara politik (dawakh siyasah), dan dakwah tanpa kekerasan. Dengan menjalankan ketiga metode ini Mush'ab sukses menaklukan Yastrib dalam waktu satu tahun dan membuka kota itu bagi tersebarnya Islam ke seluruh dunia. Hingga terjadilah Bai'at Aqabah ke II ditahun ziarah berikutnya.

Kau muslimin di Mekah yang masih terus mengalami penindasan akhirnya berhijrah ke Yastrib, hingga ditutup dengan berhasilnya Rasulullah meninggalkan kota Mekah dan selamat dari kejaran kaum Quraisy yang hendak membunuh Muhammad.

Sejak tiba di Yastrib, sejak saat itu pula Rasulullah SAW diangkat sebagai pemimpin di wilayah tersebut. Negara yang beliau dirikan adalah negara yang prinsip tata aturan dan krdaulatan hukumnya nerada ditangan Allah SWT. Dan kekuasaan ada ditangan Rasulullah SAW sebagai kepala negara.

Perang Badar, pertemuan pertama antara keimanan melawan kekafiran. 300 kaum muslim berperang melawan 1000 pasukan kafir Quraisy. Dengan sangat gembira Mush'ab bin Umair mendapat amanah memegang panji kemuliaan umat Islam. Selain karena Mush'ab memang keturunan bangsawan yang dulu dipercaya untuk pemegang janji. Rasulullah ingin mengangkat kemuliaan Mush'ab yang telah dihinakan oleh keluarga dan kaumnya karena memilih Islam.
Panji rayah masih tetap berada dalam genggaman erat Mush'ab sejak awal pertempuran hingga kemenangan kaum muslimin sampai mereka kembali ke Madinah Al munawwarah.

Hingga akhirnya pada perang Uhud, perjuangan sang Diplomat muda berakhir. Peperangan yang pada awalnya seakan-akan akan kembali dimenangkan oleh kaum muslimin, namun, sedikit saja pasukan bergeser pada strategi yang telah Rasulullah tetapkan. Ya, Pasukan pemanah di atas bukit 'Ainain yang melihat pertempuran tampaknya telah dimenangkan oleh kaum muslimin tergiur dengan ghonimah, harta dunia. Mereka mengabaikan pesan tegas Rasulullah untuk tetap dibukit hingga Rasulullah perintahkan untuk turun. 70 sahabat Nabi SAW harus syahid di medan Uhud akibat ketidakamanahan ini, termasuk Mush'ab bin Umair sang pemegang panji Rasulullah. Mush'ab yang pada saat itu mengenakan jubah Rasulullah menjadi sasaran Ibnu Qami'ah. Dengan sekali tebasan tangan kanan Mush'ab yang sedang memegang panji terlepas dari tubuhnya. Dengan sigap Mush'ab menangkap hingga panji Tauhid itu kembali berkibar dan terus melakukan perlawanan. Ibnu Qami'ah kembali menebas tangan kiri Mush'ab, hingga Mush'ab melabuhkan badan dan merangkul tiang panji tauhid dengan lengannya yang masih tersisa. Mush'ab tak lagi memperhatikan apa yang menimpa dirinya saat itu yang ia lakukan adalah bagaimana agar panji Islam arrayah yang diamanahkan Rasulullah kepadanya tetap berkibar ditengah pertempuran. Dengan sisa kekuatan yang Ia miliki, Mush'ab membenamkan kedua lututnya ke dalam tanah agar tak jatuh, ia berteriak "Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sesungguhnya telah berlalu beberapa orang rasul yang diutus sebelumnya. Kata terakhir, sebuah kata cinta bahwa ia mempersembahkan hidupnya untuk menjalankan amanah menegakkan Agama Islam. Mush'ab syahid dengan sebuah tombak yang besinya runcing tajam dan mengkilap ujungnya.

Tiba giliran Mush'ab bin umair untuk dimakamkan, sahabat tak menemukan sehelai kain pun untuk menutupi tubuh Mush'ab. Air mata Rasul SAW tak  terbendung, setengah badan Mush'ab ditutupi kain dari baju Mush'ab dan setengahnya lagi ditutup dengan daun rumput kering.

Akhir kisah dari pemuda yang memiliki tahta dan keturunan bangsawan. Semua ia lepaskan demi Islam dan tak pernah sekalipun mengeluh atas keadaannya. Sebab sejak awal Ia telah mewakafkan dirinya dab mendedikasikan hidupnya demi kemuliaan Islam.

MasyaAllah tabarokallah, begitulah hendaknya generasi muda Islam. Menjadikan dakwah sebagai poros kehidupan, tak tergiur dan tergila-gila dalam mencintai dunia, memahami betul bahwa yang harus dikejar bukanlah ketampanan, kekayaan, harta, tahta namun menjadikan ridho Allah sebagai tujuan utama dalam melakukan segala hal. Semoga kita dapat setidaknya sedikit saja meneladani, Mush'ab, apakah lagi kita ini, yang mungkin tak ada apa-apanya dengan yang dimiliki Mush'ab dan dengan mudah Ia lepaskan demi menjadi pejuang Islam.

Semoga kita dibersamakan dengan para pejuang-pejuang Islam kelak di surga. Aamiin Allahumma Aamiin.

2 komentar:

  1. bikin nangis mba..... terharu, begitu hebatnya para pemuda zaman rasulullah hidup. semoga anak anak saya termasuk pemuda seperti Sahabat Rasul...

    info dong mba, nama penerbit, tempat beli, dan harganya?

    BalasHapus
  2. Bismillah. Yang berminat dgn buku Mush'ab bisa di cek di IG @katabantuu .

    BalasHapus