Selasa, 05 Februari 2019

Resensi Buku : Misi Rahasia Mush'ab bin Umair [Bab I : Fase Dakwah Mekah]




Judul Buku : Misi Rahasia Mush'ab bin Umair
Penulis : Arifin Alfatih
Penerbit : Al Azhar Fresh Zone Publishing, Bogor
Cetakan : Pertama, 2018
Tebal : iv + 196 halaman
Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh, chingudeul (teman-teman sekalian).

Ini adalah kali pertama saya mencoba untuk menulis mengenai resensi buku, mungkin hasilnya tidak akan sebagus review buku teman blogger lain. Tapi semoga dapat memberikan manfaat dan informasi yang teman-teman butuhkan.

MISI RAHASIA MUSH'AB BIN UMAIR judulnya, dengan sub judul kecil "menelisik sisi politis dan strategi dakwah sang diplomat pertama umat Islam". Ya, Mush'ab bin Umair adalah seorang Diplomat. Bagaimana bisa? Meskipun mungkin pada saat itu istilah diplomat belum ada, namun tugas dan kewajiban Diplomat telah diemban oleh seorang Mush'ab.

Menurut Penulis, lumayan sulit memang merangkai kata tentang kehidupan Mush'ab karena umurnya yang relatif singkat. Sehingga bukan seperti sebuah buku biografi, buku yang lumayan tipis ini berfokus kepada perjuangan Mush'ab dengan segala kecermelangan fikirnya Ia kerahkan untuk perjuangan Islam di umurnya yang tak selama para sahabat yang lain. Buku ini dibagi menjadi dua bagian, sama dengan penulisan review saya, insyaAllah. :) yakni : Bab I : Fase Dakwah Mekah & Bab II : Fase Dakwah Madinah

Mush'ab adalah pemuda tampan yang yakinilah pasti lebih tampan dari Oppa-Oppa Korea manapun. Kehidupan nan mewah, pakaian yang bagus, menjadikan Ia buah bibir dikalangan wanita arab. Mush'ab keturunan bani Abduddar yang memiliki tugas mulia mengenai pengurusan ka'bah, serta bertugas menjadi pemegang panji (bendera) peperangan.

Uniknya pada buku ini juga membahas sedikit ilmu tentang karakteristik, meneliti kepribadian yang dimiliki oleh Mushab dilihat dari bagaimana Ia menghadapi Ibunya yang menentang keislamannya ia mampu bersikap tenang dengan kepala dingin dan mampu meredam emosi lawan bicaranya. Mush'ab kemungkinan berkpribadian campuran Sanguins Phlegmatis, yang cenderung menghindari konflik dan  menyelesaikan masalah dengan sikap tenang dan menentramkan serta menghindari konfrontasi secara langsung. [Hal : 31]

Ini adalah salah satu topik yang menarik bagi saya, dan menginspirasi, insyaAllah karakteristik apapun yang kita miliki apabila dikelola dengan baik dengan Azzam kuat hidup untuk meraih ridho Allah maka setiap karakter yang kita miliki dapat kita arahkan untuk perjuangan Islam. Nah, gak papa bawel gals, ;) asal setiap yang keluar dari lisan kita adalah dakwah mengajak kepada baikan. Malah jadi strenght kali ya, kan jadi lebih punya kekuatan untuk terus bicara, kosakata yang lebih majemuk. Hehehe..

Tampan, dari kalangan terhormat, kaya raya namun tidak sombong, dan berleha-leha. Mush'ab yang pada saat kerasulan nabi telah berusia 25 tahun selalu mengikuti  pertemuan antara tokoh-tokoh Quraisy giat belajar dan berlatih dari sana menyaksikan berbagai macam argumentasi dan perdebatan, belajar berdialog dengan berbagai karakter & kpribadian, mempelajari berbagai macam retorika dan cara menyampaikan argumentasi serta bagaimana memberi solusi dan taktis memenangkan perdebatan. [Hal : 33]
Mush'ab memiliki apa yang tidak dimiliki oleh setiap pemuda bangsa arab namun hatinya gelisah, ia merasakan kekosongan dan kehampaan jiwa. Temannya berkata :

"Masalah yang dihadapi oleh orang yang memiliki kemewahan dan ketampanan sepertimu ini tiada lain adalah seorang wanita yang memiliki hati (baik)" [Hal : 35]

Apakah authooorrrr wanita itu ??? :D :D :D wqwqwqwq

Tidak. >_<


Tokoh Quraisy dibuat gusar oleh diangkatnya Muhammad Salallahu'alaihissalam sebagai Rasulullah. Bukan membicarakan benar atau tidak agama yang dibawanya, Kaum Quraisy hanya berfikir keras bagaimana menghentikan Nabi Muhammad dengan segala fitnah yang mereka hembuskan. Mush'ab yang cerdas berfikir : seburuk itukah Muhammad? sedang Muhammad diberi gelar "Al-amin" (orang yang dapat dipercaya) oleh penduduk Mekah. Hingga akhirnya Mush'ab mendatangi rumah Arqam dan menyaksikan kebenaran yang Rasulullah sampaikan, ia pun berislam.

Tentu saja, sang Ibunda yang begitu menyayangi dan disayangi oleh Mush'ab tak setuju. Mush'ab di kurung agar tak dapat bertemu dengan Rasulullah. Para pengikut Muhammad yang lain pun mendapat rintangan besar agar kembali ke agama nenek moyang mereka dan meninggalkan Rasulullah.
Akhirnya sahabat-sahabat yang pertama berhijrah ini pun menyelamatkan diri dengan berhijrah ke Ethiopia termasuk diantaranya Mush'ab yang lari dari rumahnya hanya dengan pakaian lusuhnya.

Kaum Quraisy tak membiarkan mereka begitu saja, seabrek hadiah mewah untuk An-Najasy penguasa tempat berlindung ummat Islam yang hanya berjumlah belasan saat itu. Dengan segala fitnah agar An-najasy menyerahkan mereka agar mereka bawa kembali ke Mekah.
Sang penguasa yang bijak tak serta merta mengiyakan, ia mengirim utusan untuk memanggil ummat Islam yang berada di negaranya.
"Demi Allah, kami tidak tahu apa yang akan kami katakan. Kami tidak tahu apa-apa selain yang telah diperintahkan oleh Nabi SAW."
Jawab rombongan itu kepada utusan. Ja'far membacakan Q.S. Maryam : 1 dan sukses membuat An-najasy dan para uskup menangis dan memilih untuk membebaskan ummat Islam hidup damai dan aman di wilayahnya, Habasyah.

Pertanyaan saya, :( ㅠㅠ
Luar biasa sekali keimanan mereka, baru saja mereka berislam, belum juga banyak memiliki Ilmu namun keteguhan mereka dalam mempertahankan Islam, masyaAllah luar biasa. Sedangkan sekarang, banyak yang memiliki Ilmu begitu tinggi, namun lebih dijadikan sebagai pemuas hasrat keingintahuan saja, bukan untuk diamalkan. :(
Ya Allah karuniakanlah kepada kami keimanan sekokoh keimanan para sahabat dan sahabiyah.

Aamiin Ya Robbal 'Alamin.

11 komentar:

  1. Waalaikumsalam,, membaca artikel ini jadi ingat Zaman sekolah pas guru menceritakan tentang ini. Jadi pengen beli bukunya nanti

    BalasHapus
  2. aku lanjut baca ke bagian kedua mba, beneran bikin penasaran, dan beneran pengen ikut punya buku nya. seperti nya bagus, untuk saya dan keluarga baca. apalagi untuk anak saya, supaya dia dapat model tokoh Islam yang keren, dan bikin dia bangga dan mau meniru kebaikannya.

    buku ini mba beli dimana? harga berapa?

    BalasHapus
  3. Masya Allah meaki hidupnya sungkat, Mushab menginspirasi banyak orang. Harusnya pemuda macam Mushab ini yang diapresiasi sebesar-besarnya. Kalau mau bikin taman, ya mending taman Mush'ab lah ya daripada yang ntu. Biar para pemuda terinapirasi jd penakluk kota Roma, bukan penakluk hati wanita.

    BalasHapus
  4. Mush'ab ini pernah denger tp blm pernah tau banyak. Jadi terinspirasi sama beliau ya.smg bisa baca bukunya jua. Makasih infonya

    BalasHapus
  5. Sejujurnya belum pernah membaca buku ini. Tapi baca ulasan mbak atikah jadi tertarik untuk membaca kisah kehidupan mushab.

    BalasHapus
  6. Bagus banget ya buku kayak gini banyak nilai kehidupan yang bisa kita ambil

    Enychan

    BalasHapus
  7. sangat bisa diambil jadi pelajaran, sikap nya yg bisa ditiru menghadapi segalanya dengan kepala dingin.

    BalasHapus
  8. Sudah lama sekali aku tidaq membaca buku denngan genre seperti ini. Hehe... Semoga waktu ter-manage dengan baik dan bisa baca ini

    BalasHapus
  9. Wah, Loly bacaannya berat. Meskipun buku ini berisi kisah, tapi menurutku tidak ringan karena ada nilai sejarah dan religinya. Salut buat Loly yg sdh membaca dan mereview bukunya.

    BalasHapus
  10. Mushab memang terkenal karena ketampanannya, ya. Beliau juga sahabat rasul yang dikirim berdakwah ke madinah

    BalasHapus
  11. Bismillah. Yang berminat dgn buku Mush'ab bisa di cek di IG @katabantuu terimaksih.

    BalasHapus