Senin, 21 Januari 2019

Meneladani Rasulullah : Anak-anak menjadi Pemuda, Tua Menjadi Pemuda


Saya sudah pernah cerita sebelumnya, tentang anak seumuran SD mungkin sekitar 10 tahunan, yang dia ngambek ke orang tua nya, dari Perkemahan Alqur'an, dan bilang "saya mau ke karantina tahfidz saja." Ujarnya marah.


Perkemahan Alqur'an, Karantina Tahfidz, keduanya adalah agenda mulia anak kecil. Hehe.. sungguh beruntung orangtuanya, ngambek anaknya, marah anaknya, tetap pada kebaikan.

Bagaimana tentang anak kecil pada dini hari di mesjid itu, mesjid tempat kami I'tikaf Ramadhan kemarin. Dia berlarian, bermain, lalu duduk, membaca Alqur'an, berlarian kembali, bermain mengusir bosan dan kembali lagi pada Alqur'annya. MasyaAllah :')

Anak-anak yang dibesarkan dengan pemahaman agama, dengan ajaran mencintai Rasulnya, menjadikan cerita Rasulullah dan para Sahabat sebagai sebaik-baik tauladan, sebaik-baik idola. Mereka tidak berebut menjadi power ranger warna apa, mereka tidak mengidolakan menjadi pahlawan pada film-film fiksi dengan kekuatan super.

Mindset mereka ialah menakhlukan dunia dengan kemampuan mereka saat ini yang terbaik yang telah Allah berikan. Mereka tahu ada yang sangat luar biasa, hati polos mereka bergetar tiap kali mendengar kata Allah, matanya berbinar-binar mendengarkan bagaimana Muhammad Al Fatih begitu mempercayai hadits Rasulullah hingga Roma berhasil ditaklukan.

Tertancap cinta di hati mereka kepada Allah sang pemilik kehidupan, hingga mereka semangat menghafal Alqur'an, belajar agama, dan bersegera dalam menjalankan syari'at Nya.

Anak-anak yang di didik mencintai dan memberikan yang terbaik untuk agamanya ini bahkan kadang terlihat lebih dewasa dari segi pemikiran daripada anak-anak seusia mereka, atau bahkan dari orang dewasa sekalipun.

Sekarang, seberapa banyak aksi kriminal akibat saling ledek antar orang berumur lalu berakhir saling bunuh. Rasanya, tetap tak seimbang kalau harus dibayar nyawa.

Banyak sekali, anak-anak yang telah dalam usia yang cukup dewasa namun tak mampu bertanggung jawab, ataupun memiliki tujuan hidup yang jelas selain mereka terus merengek kepada orang tua agar setiap gaya hidup 'gaul' nya terturuti.

Saat anak-anak generasi milenial sibuk dengan gadget dan bersikap acuh tak acuh terhadap sekitarnya. Namun ada anak yang lebih kecil malah, yang dengan sigapnya membantu orang disekitarnya, bersikap sopan dihadapan orang yang lebih tua dengan mendengarkan mereka saat berbicara ataupun menyapa terlebih dahulu saat berpas-pasan berbekal Ayat Alqur'an dan hadits - hadits tentang sikap dan kewajiban sebagai anak kepada orang tua, maupun sikap kepada sesama.

Dengan polosnya bibir kecil mereka menanyakan tentang hal-hal di sekitarnya yang tak sesuai dengan Islam.

Sumber : Instagram


Semisal,

"kenapa tante tak berhijab? Kan kalau tidak berhijab Allah masukkan ayahnya ke neraka? Tante tak sayang ayah kah?"

"Kenapa Om gak sholat? Rasulullah sangking marahnya dengan laki-laki yang tak sholat bahkan ingin sekali membakar rumah laki-laki itu."

Gemas sekali masyaAllah, melihat anak-anak kecil yang sangat mencintai agamanya, dienul Islam. Yang bahkan dengan lantang menyuarakan Islam, lihatlah muka cemong atau bahkan penuh luka adik-adik kita di Palestina, yang dengan gagah berani berdiri tegap mempertahankan tanah suci milik Ummat Islam, saling melindungi, bahkan diantara mereka telah kehilangan orang tua mereka, dengan tegar mereka mengasihi dan melindungi adik-adik mereka. Tak sudi menyerah pada laknatullah, kecuali telah Allah panggil kembali dengan keadaan semulia-mulia gelar, -Syahid.

Sumber : Instagram


Kemudian, aku mengedarkan pandangan ku. Ada tangan begitu keriput, terbata-bata memainkan pensilnya berlarian mengikuti pembahasan ustadz pada lembar buku yang ia perhatikan. tanpa banyak bicara meski sepertinya Ia tidak semudah kami yang muda dalam melihat. Beliau sekelas kami, para pemuda, masyaAllah.

70tahunan, jangan bicarakan keriputnya, tapi lihatlah bagaimana beliau yang paling istiqomah mendatangi majelis Ilmu. Tak kalah mantap, orang tua yang lain, pemikirannya masih sangat tajam, atau bahkan jauh lebih tajam dari pemikiran generasi yang hobi tawuran. Saat keberanian beliau menuangkan pemikiran kritis beliau, bagaimana dengan gagahnya beliau memperjuangkan negeri ini agar tak binasa di jajah hingga tak bermoral. Beliau berjuang sebisa beliau meski rambut telah memutih.

Sumber : Instagram

Memang katanya, usia uzur menjadi alasan tepat untuk rajin-rajin Ibadah. Padahal, hidayah belum tentu menyentuh yang tua. Dan yang muda belum tentu merasakan tua.

Semoga Allah memudahkan hati kita menerima hidayahNya.

Iya, nyatanya anak-anak dapat berfikiran cemerlang (Al-Fikru Al-Mustanir) saat Ia telah memiliki pemahaman yang benar tentang kehidupan ini, bahwa Ia berasal dari Allah, dan tidaklah ia diciptakan melainkan untuk beribadah, dan semua waktu akan dipertanggungjawabkan. Hingga tumbuhlah ia menjadi anak yang pandai dalam bersikap, dan mampu menjaga diri dari keburukan dan kemaksiyatan. Berusaha melakukan yang terbaik dalam meneladani Rasulullah dan generasi terdahulu yang telah sukses mengukir namanya dalam sejarah dan sukses pula mengukir namanya sebagai penghuni surga nan kekal.

Begitu pun tubuh yang renta tak akan menjadikan seorang muslim bersikap lemah. Ia akan tampil tak kalah enerjik dibandingkan pemuda, terdepan pada shaf shalat berjama'ah, istiqomah menuntut Ilmu, hingga bersemangat menjadi ummat terbaik yakni menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah kepada kemungkaran. Karena mereka faham mereka tak rugi, mereka tengah berjual beli dengan Allah, sebagaimana firman Allah :

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh.(Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kalian lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah ayat 111) :


Semoga kita para pemuda dapat memberikan waktu kita untuk melakukan yang terbaik dalam rangka meraih ridho-Nya. Aamiin ya Robbal Alaamiin.



https://instagram.com/indonesiamuda.official?utm_source=ig_profile_share&igshid=5kgnlah4uvu7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar