Kamis, 20 Desember 2018

MUKHAYYAM ALQUR'AN 2 PONPES DARUL INQILABI Pt. II

Pertanyaan pada Mukhayyam Alqur'an 2 Pt. I

Apakah kami melanjutkan perkemahan yang terjadwal 3 hari 2 malam ini?




Ya.
~¤~

Rupanya mereka tetap melanjutkan agenda, ada arahan dan penyampaian dari kak Yeni dan ustadz Abay dinihari itu. Aku ga tau sih apa yang mereka sampaikan, aku tertidur hangat di balik selimut bersama Ifa.

Membangun kembali tenda, apa seperti ingin menyampaikan agar kita jangan mudah menyerah? Entah bagaimana tak pasti nya hari, tidak ada yang sia-sia, sekalipun malam nanti hujan kembali, kita adalah pemenangnya. Kita tidak pulang, kita tidak menyerah, kita bangkit melakukan yang terbaik. Begitu kah?


~¤~

Setelah mendengar keputusan untuk melanjutkan perkemahan. Pagi itu, aku mulai melangkah ke perkemahan yang porak poranda setelah badai malam tadi. Dan


M a s y a A l l a h
Jemuran para laki-laki itu sudah terjemur rapi diperkemahan. Sebagian lagi sibuk mencuci. Sibuk membenahi tenda. Sibuk mengangkut barang ke tenda. Para banaat siap-siap memasak, sebagian lagi membersihkan mushola, sebagian lagi membersihkan rumah warga tempat kami tidur. Hampir setengah hari mereka melakukan itu semua.
Imajinasinya mereka itu loh.. >_< suka bikin ngakak so hard. Awet muda aku kalo gini terus. Ahahaha

Ka Yeni bersama adik kandung beliau

Ini sebagai bukti kalau ikhwan/banin Ponpes Darul Inqilabi itu Bukan Kaleng-Kaleng

Tuh mereka bantuan masak, ada nini, ka Yeni, dan aku. terpampang nyata juga ya, kalau aku juga bantuin. >_<

Selalu jadi perdebatan sebenarnya aku ini Feminim atau Tomboy.. yang mau jawab koment di bawah ya. Wkwkwk :D


Khaaan maennnn ! ! ! Memang BIBIT UNGGULAN para santri ini.

Dan kamu mau bilang "SELAMAT PAGI.." ???? Sambil meregangkan otot di tepi pantai.
Hey, wakeup!

Aku akhirnya menjemur pakaian ku yang basah juga setelah keluarga yang rumahnya kami tempati juga meminjamkan banyak hanger. 
 Ini adalah pengalaman pertama ku mencuci dan menjemur diperkemahan. Wkwkwk
Aku juga membantu memasak, Alhamdulillah, bapak yang rumahnya kami tempati memberi kami sangat banyak ikan asin. Ikhwan/banin membantu kami memotong ikan asin tersebut. Dengan segala macam guyonan mereka. 
Menu hari ini adalah ikan asin asem manis [?] Dan sayur bening.

Ikhwan/banin membuat tenda tambahan. Ka Yeni sempat bertanya untuk apa. Mereka menjawab untuk Abah dan Abi, sebagai wujud memuliakan guru mereka, memberikan tempat peristirahatan yang spesial. Biar mereka yang sibuk mengurus dan melakukan banyak hal. Mereka ingin guru mereka dapat beristirahat. Nah, kan, mereka itu pemikirannya, tanpa ribet dikomando, diajarin, dalam fikiran mereka sudah tertanam untuk memuliakan guru. MasyaAllah.



Ba'da dzuhur para santri bermain BENAR/SALAH dibawah pohon rindang di sebelah musholla. Ditonton warga sekitar, persaingan sangat ketat. Nah itu, ka Yeni, yang katanya dari tadi malam ga tidur. Sudah tadi sempat aku pijit supaya beliau agak rileks dan bisa tidur, modus sih ini ka. :D :D nyatanya beliau ga tidur dan semangat mendampingi anak-anak.

yah, walaupun sebenarnya, agenda Mukhayyam Alqur'an ini bukanlah tanggung jawab beliau, maupun ustadz/ustadzah. Iya, jadi agenda ini dipegang kendali oleh OSDI [Organisasi Santri Darul Inqilabi] . Jadi ustadz, ustadzah nya gak perlu sakit kepala mikirin berjalannya agenda ini. Yang mengatur dan mengawal lancarnya acara adalah panitia. Ini baru bener. Good job gaesss ! ! !

Eh, iya, jangan lupa ya, saya nyempil dapat 1 buku setelah berhasil menjawab pertanyaan bonus. Wkwkwkwk.. :D :D

Selesai bermain, ba'da Ashar seluruh santri/wati melakukan bakti sosial memungut sampai disekitar perkemahan dan wilayah sekitar. hampir tenggelamnya matahari, agenda selanjutnya adalah menyusuri bibir pantai sambil mengisahkan tentang Nabi Khaidir. Kami saling berpegangan melangkah menikmati ombak-ombak kecil menyapu kaki kami. Aku berpegangan dengan Hana saat itu.


Terserah kalian aja >_< :D





Kami berjalan hingga diujung pantai dan naik melalui karang yang ternyata ada yang tajam. Walhasil, Ustadz Abay terinjak karang tajam yang membuat kaki beliau berdarah. Tangan ku dan Hana makin erat berpegangan jangan sampai terjatuh karena ombak ataupun terinjak karang.

Ustadz memandang ka Yeni,
"Sabar" teriak ka yeni dari rombongan banaat.

ka Yeni, Ka Ita, Ka Irda, aku melihat mereka semua seperti Pohon rindang. Tempat ternyaman bagi pasangan mereka, menjadi sub-unit terpenting dikehidupan pasangan, tempat berkeluh kesah yang mampu menenangkan, sekaligus tempat bersandar yang kuat.

"Nah loh, bisa gak lol?" Ehehehe.

Kamu masih seperti bunga matahari di bandara Changi singapore (biar gak buruk2 amat :p) yang tinggi rimbun, namun tidak kuat, tidak bisa untuk bersandar, sekaligus bukan tempat yang sejuk dan menenangkan. Hiya hiya hiya.


Ah sudah, mandi dulu sana. #gantitopik


Kami yang setidaknya sudah basah selutut memilih untuk mencari air bersih di sumur di sekitar kampung. Alhamdulillah warga disana sangat ramah dan menawarkan sumur. Kami sempat berjalan menuju sungai, jadi, ini beneran hampir diujung pantai ya, gak jauh ada muara bertemunya air laut dan sungai. Dan pemandangan sungainya bagus loh, terlihat rindang, rimbun, dan sejuk. Dan ada beberapa kapal kecil yang merapat.

Alhamdulillah ya, akhirnya kesampaian juga main lumpurnya :p yang dari kemarin nahan-nahan padahal tergoda banget waktu Unun dan Ifa main lumpur.

Benar saja, baru juga selesai makan malam, hujan sudah mulai deras. Alhamdulillah, aku memastikan Unun, Ifa sudah makan, ka Yeni, nini, dan kai pun sudah, begitu juga dg adik-adik santri/wati. Karena nini mulai sakit. Aku memang benar-benar tertampar malam tadi. Jadi hari ini aku ingin memberikan yang terbaik juga.

Aku menemani ka Yeni membereskan barang di tenda dapur agar tidak kebasahan hujan malam ini, Ifa masih sangat terlelap setelah kakinya juga terluka. Banaat dan Banin sudah mengamankan semua barang ke musholla. Aku menggendong Ifa dan kami pun ke musholla. Kami tidur di sana untuk malam kedua. Hujan deras begini 2 ustadzah sedang menyusul dari Banjarbaru menuju ke perkemahan, berani banget, salut deh.


Malam ini, bahkan kami harus mengungsi lebih awal. Padahal tadi siang para santri sudah menyiapkan mengumpullan sampah dan ranting-ranting untuk api unggun.

Waktu menjelang subuh, aku melangkah untuk mencari makeup pouch ku. Aku mandi saat mereka sholat subuh, biar mereka ga liat 'barang terlarang' ini >_<

Tapi, o myyy~~
Ada kak Yeni dan Ustadz Abay di pojok dekat tas ku. T.T aaaaa, tidak. Aku langsung menutup wajahku. Jangan lihat wajah bangun tidur ku, yang bengkak, dan mengerikan. T.T ini memang selalu jadi resiko besar kalau camping. Langsung, nyari Makeup pouch kabur dari sana, cuci muka, terus pakai Aloe vera, sunscreen, dan brightening powder. Hahaha lucu, tapi mengenaskan.

~¤~

3 hari diperkemahan 3 kali pula membangun tenda, hari minggu kami tetap melakukan hal yang sama. Alhamdulillah warga sekitar sangat welcome dengan kami. Apalagi anak-anak Darul Inqilabi sangat rajin bersih-bersihnya termasuk WC umum musholla dan lingkungan sekitar. Alhamdulillah, mereka semua mampu membawa nama baik ponpes tempat mereka menimba Ilmu.


Tenda kami rapi kan? :)


Giliran Banaat memasak









Hari terakhir ini, banin kembali bermain lumpur memainkan permainan benteng Takeshi. Sedangkan akhwat di sisi lain bermain gerobak sodor. Bahagia banget melihat mereka, sambil menjaga dua princess yang aktif banget ini. Ya Allah si Unun, bermasker lumpur. Syukur kalian itu ga gatel-gatel loh malamnya walaupun mandinya juga seadanya. Wkwkwkwk.



aku makan di siring pinggir pantai bersama ustadzah dan si Lala, banaat termuda, masih SD tapi suka banget 'berantem-in' kaka loly. :D :D

Lelah main-main, Unun dan Ifa ketiduran, dan aku juga. >_< :D :p 2 kali apa ya, aku tidur dengan nyamannya di tenda, ditemani sepoi-sepoi angin. Santaaiiiiii ~





Tiga hari diperkemahan tanpa hape, bahagianyaaaa. Walaupun jadi nua gak ada foto-foto eksis, bahkan sama ka yeni aja ga ada foto -_- :(

Berakhir sudah,
ustadz Abay selaku mudir menutup MUKHAYYAM ALQUR'AN ke-2 DARUL INQILABI dengan memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh anak-anak beliau yang masyaAllah mampu menyukseskan agenda kali ini, mampu menjaga syari'at dan juga menjaga nama baik pondok pesantren.



Cara mereka mengantarkan kepergian Abah.. semua pada ngerumunin menolong Abah bersiap-siap untuk pulang




Dadah, Adik-adik shalihah.. :')

Hikshiks 3 hari menyenangkan bersama kalian. Jazakumullahu khoyron, sudah mengijinkan saya bergabung bahkan tanpa biaya sama sekali. Seneng banget, masyaAllah :') ini kesempatan berharga banget. Bahkan teman yang saya ceritain, mereka bertanya-tanya koq bisa sih saya nyempil di sana. Apalagi Ustadz Abay seorang motivator yang biasanya kami ikuti acaranya. Dan bertemu secara langsung, melihat kekompakan Beliau dan Istri beliau dari dekat. Itu, masyaAllah sekali. Ceyeee >_<


Kalo pada ngiri, nanti insyaAllah mungkin ada Mukhayyam Alqur'an untuk umum loh, Psssstttt.

Sukses terus Pesantren Darul Inqilabi. #Berdaya #Berjaya

Oya, kalau ada yang mau kepoin Pondok Pesantren ini bisa ke :

Facebook :

https://m.facebook.com/pesantrendarulinqilabi?ref=content_filter

https://m.facebook.com/syarbainihamzah?tsid=0.7038654750213027&source=result

Tidak ada komentar:

Posting Komentar