“Sesungguhnya Nabi SAW tidak pernah marah terhadap sesuatu. Namun, jika larangan-larangan Allah dilanggar, ketika itu tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi rasa marahnya.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis lain juga dinyatakan:

“Tidaklah Rasulullah SAW membalas karena dirinya kecuali kehormatan Allah SWT dilanggar sehingga beliau pun marah,” (HR al-Bukhari).

Jabir ra. pernah menuturkan,

“Rasulullah SAW, bila marah, dua matanya berwarna merah, suaranya meninggi dan kemarahannya mengeras hingga seperti seorang komandan memperingatkan pasukannya,” (HR al-Bukhari dan Muslim).

MasyaAllah, bukan niat hati menyulut perpecahan. Namun, ayolah, bersatulah jangan mau di adu domba dan saling membenci antar saudara, generasi muda, pedulilah akan akhirat kita. Karena itulah kehidupan yang kekal. Menjadilah kuat, bersatu bersama seluruh ummat, tunjukkan keperkasaan ummat Islam. Bahwa Agama kita, Nabi kita, Alqur'an kita. Tak ada yang boleh berani menghinanya.

Dan kiranya Pesan BUYA HAMKA ini sangat luar biasa :

Rasa cemburu dalam konteks berama adalah konsekuensi dari iman itu sendiri. Orang yang beriman akan tersinggung jika agamanya dihina, bahkan agamanya akan itu akan didahulukan daripada keselamatan dirinya sendiri.

Ini pertanda masih adanya ghirah didalam dirinya, bangsa penjajahpun telah mengerti tabiat umat Islam yang semacam ini. Jika Agama mu, Nabimu, Kitabmu dihina dan engkau diam saja, jelaslah Ghirah telah hilang darimu.

Jika ghirah tidak lagi dimiliki oleh bangsa Indonesia,niscaya bangsa ini akan mudah dijajahi oleh asing dari segala sisi. Jika ghirah telah hilang dari hati, gantinya hanya satu, yaitu kain kafan 3 lapis sebab kehilangan ghirah sama dengan mati.

Memang dengan turun ke jalan, membuat video penolakan atas segala penghinaan terhadap Islam, maupun melalui tulisan seperti ini tidak akan menghentikan pembenci Islam untuk menghinakan Agama kita karena tiada kekuasaan yang mampu melindungi, namun kita tetap wajib menyuarakan penolakan kota terhadap kemungkaran yang mereka lakukan

Dari Abu Sa’id Al Khudriradhiyallahu ‘anhu dia berkata,“Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim)

Sejarah telah membuktikan bagaimana Khalifah mampu melindungi harkat martabat ummat Islam dan menjunjung tinggi kemuliaan Islam.

Dahulu Prancis pernah merancang pertunjukan drama yang diambil dari hasil karya Voltaire. Isinya bertema, “Muhammad atau Kefanatikan”. Di samping mencaci Rasulullah saw., drama tersebut menghina Zaid dan Zainab. Ketika Sultan Abdul Hamid, Khalifah Khilafahan Utsmani saat itu, mengetahui berita tersebut, melalui dutanya di Prancis, beliau segera mengancam Pemerintah Prancis supaya menghentikan pementasan drama tersebut. Beliau mengingatkan bahwa ada “tindakan politik” yang akan dihadapi Prancis jika tetap meneruskan dan mengizinkan pementasan tersebut. Prancis akhirnya membatalkannya.

Tidak berhenti sampai di situ. Perkumpulan teater tersebut lalu berangkat ke Inggris. Mereka merencanakan untuk menyelenggarakan pementasan drama itu di Inggris. Mengetahui itu, Khalifah Abdul Hamid pun mengancam Inggris. Inggris menolak ancaman tersebut. Alasannya, tiket sudah terjual habis dan pembatalan drama tersebut bertentangan dengan prinsip kebebasan (freedom) rakyatnya. Setelah mendengar sikap Inggris demikian, sang Khalifah menyampaikan, “Kalau begitu, saya akan mengeluarkan perintah kepada umat Islam dengan mengatakan bahwa Inggris sedang menyerang dan menghina Rasul kita! Saya akan mengobarkan jihad akbar!” Pemerintah Inggris pun ketakutan melihat keseriusan ancaman sang Khalifah. Mereka segera melupakan sesumbarnya tentang kebebasan. Pementasan drama itu pun akhirnya mereka batalkan juga (Lihat: Majalah al-Wa‘ie, No. 31, 2003).

1 dibakar, ribuan berkibar. Ar-rayah

Arrayah dibakar, Alliwa berkibar. Tanda tegaknya kembali Al khilafah Islamiyah, pemersatu ummat. Aamiin Allahumma Aamiin.