Minggu, 16 September 2018

Camping Di Bukit Batu, Riam Kanan, Kalsel

Assalamu'alaykum.. ^^


Alhamdulillah bisa menulis lagi :D mulai menata ulang jadwal setelah proses adaptasi diperantauan dan fyuuuhhh :') masih terengah-engah.

Tanggal 18 Agustus 2018 kemarin aku berangkat bersama @sahabatcampingbjm ke Bukit Batu, Desa Tiwingan Baru, Riam Kanan, Kalimantan Selatan. Seperti yang aku bilang tadi kalau aku lagi adaptasi di tempat baru, bahasa drama nya -merantau- :p

Jadi, kemarin aku nunggu teman2 dari Banjarmasin di sebuah minimarket setelah bandara syamsyuddin noor. Sekitar jam 1 siang kami janjian untuk memulai perjalanan karena lumayan lama sekitar 1 jam naik kapal menuju bukit batu jadi berangkat lebih awal pada trip kali ini. Belanja air mineral gelas di minimarket itu karena kebagian bawa air mineral. Nunggu disana, hingga akhirnya teman-teman tiba dan kami pun melanjutkan perjalanan bersama.

Kali ini, bersama teman - teman baru lagi dari Banjarbaru yang belum pernah bertemu sebelumnya dan Alhamdulillah menambah pertemanan melalui agenda dari @sahabatcampingbjm. Sekitar satu jam gas santai menuju riam kanan sayangnya sekarang aku sendirian naik motornya gak ada temen boncengan dan teman ngobrol selama perjalanan.

Kami memarkir motor di rumah tempat menyewa kapal. Rumah yang menyewakan kapal memiliki desain khas rumah panggung yang menurutku ini yang tertinggi yang pernah ku temui. Mungkin sekitar 1,5 meter, tapi tenang saja daerah riam kanan bukan langganan banjir koq.

Sebagian teman-teman wanita bergantian berwudhu dan sholat Ashar, aku dan beberapa teman memilih ngemil ngumpulin tenaga karena saat sampai nanti kita harus membangun tenda mungkin malam baru akan makan. Karena perjalanan ini jaraknya sudah memenuhi syarat untuk jamak qashar jadi aku sudah melakukannya saat sholat dzuhur.

Kami mulai berangkat menuju bukit batu, kesian ikhwan harus kebagian di atas atap tutup kapal yang kami tumpangi. Agar menjaga tidak terjadinya campur baur. Padahal saat itu masih Ashar, masih lumayan panas apalagi untuk perjalanan yang cukup lama. Aku saja yang dibawah merasa silau dan kurang bisa menikmati. Eleehhh* :p bilang aja sekalian ngantuk..



Ya bayangin aja, 1 jam naik kapal, foto-foto, ngobrol, curhat,ngemil, sampe tidur juga bisa. Heheh.. ini kali pertama sih aku menjelajahi waduk buatan riam kanan ini. Amaze juga sih sama pemandangannya karena ada pohon2 yang seperti dari dasar waduk. :D nanti deh, dibagian cerita malam aku bagikan kenapa bisa lumayan banyak pepohonan mati di waduk ini. Tunggu kami turun dari kapal dulu, :p lumayan susah tau.

Pas nyampe di bukit yang dinamakan bukit batu itu, kami disambut bebatuan disepanjang pinggiran bukit. Dan agak kebingungan pas mau turun dari kapal, kata paman yang mengemudikan kapal "ayo laki-laki sambut wanita-wanitanya" hehe.. insyaAllah kami bisa koq menuruni kapal dan saling membantu sesama wanita paman. :)

Kecuali kak Irda yaa, yah, dia kan ada suami :D ya sudah lah ya biarkan mereka sedikit romantis. Bak turun dari kereta kencana disambut juluran tangan sang pangeran, eaaaa*.



Ah sudah, yuk naik, sedikit mendaki melalui ilalang dan bebatuan. Menikmati momen pemandangan pertama kali lihat bukit batu secara live. Eh, sebenarnya membiarkan ikhwan berjalan jauuuuhhhh lebih dulu, lebih jauh lagi, lebih jauh lagi. Ehehehe..

Disusul pasutri kak Irda & Kak Sidik merapatkan dimana enaknya membangun tenda untuk para Princess ini. Wkwkwk :D

Ok sip, foto-foto dulu puas-puas deh, mumpung sepi. Sampai akhirnya kak Irda memanggil kawanannya (kami). Area lumayan lapang didaerah pos dipilih sebagai alas tidur malam ini. Kenapa daerah lapang, ketahuilah kita tak tau apa yang ada dibalik ilalang-ilalang yang indah dikejauhan ini. Ular mungkin.

Gak bisa dibilang lapang juga, karena bebatuannya itu lohhh.. hahaha :D pengalaman luar biasa. Jadi, sebelum membangun tenda kami sudah berusaha menyingkirkan bebatuan. Tapi tetap aje malamnya tubuh penyok tidur diatas bebatuan. Namanya juga ngebolang. Ye kaannn ?!







Sambil membangun tenda sambil ta'aruf karena memang belum pernah kenal sama sekali. :) cerita-cerita, saling bercanda membuat momen membangun tenda jadi jauh lebih nikmat, meski salah, meski ulang, pindah sana pindah sini. Wkwkwk..

"Guysss~ sunset..." aku excited banget pas momen sunset dimulai dengan pemandangan perbukitan datar. Lepas tangan bantuin mereka terus langsung mandangin sunset. Sorry guys ><

Tapi masyaAllah, sunsetnya memang indah bangettt nget nget. Heheh.. karena emang so far belum ketemu kan momen sunset.

Sedangkan dipojok sana ikhwan-ikhwan membangun toilet. Hehehe toilet seriusan loh ini, bikin dari kayu terus tutupnya pakai plastik mayat. Ya salaam -_-

Itu kayu nya modal dari Banjarmasin loh, karena memang susah nyari kayu di bukit batu tidak banyak pepohonan. Ok deh, matahari sudah pamit, WC udah selesai. Saatnya sholat Maghrib dan Isya berjamaah di alam bebas dengan view waduk riam kanan yang tepat didepan mata. Keliatannya nih, dedek-dedek udah pada laper. Usai sholat, makannya pun berjamaah. Mepet-mepetan diatas terpal biar makin akrab. Heheh.. ada yang bawa bekal, ada yang masak mie instan. Aku sih, pas kemarin berangkat itu dibeliin mama ayam goreng (nada upin ipin.. Xixixi ><)

Semesta pun menumpahkan bintang-bintangnya menghias malam, dengan bulan yang terlihat begitu memesona. Entah kenapa, pemain-pemain baru pada tidur ke tenda mungkin mereka lelah. Atau kami yang tak tau diri, sudah biasa begini gak capek lagi. Gantian pijit-pijitan, hahah~ dah kayak emak-emak lagi gantian nyari kutu. Sambil curhat panjaaaaaang lebar, dan dongeng dari kak Irda tentang "Asal Muka terbentuknya Waduk Riam Kanan"
Jadi, entah tahun berapa awalnya ada dataran lebih rendah disini terdiri dari desa-desa. Hanya saja karena kebutuhan untuk membangun PLTA pada akhirnya mereka dipindahkan dan bendungan pun dibuat hingga tergenanglah kawasan ini membentuk sebuah waduk yang sangat luas. Makanya banyak pohon-pohon yang menjulang dari dasar waduk. Jadi ternyata mengendarai kapal itu gak mudah juga ya, bahaya tertabrak pohon-pohon itu. Gimana kalau malam ya? :( kan gak ada lampu jalan. Lolyyyyy ><

Enak deh, disini tuh berasa banget kayak pulau private, jauhhhh banget baru ada rombongan camping lagi. Paling ya ada yang lewat dan kita saling nyapa.

Terus tiba-tiba ada salah satu akhwat yang kehilangan adek cowoknya yang ikut camping ini juga. Kak Irda yang padahal sedang sakit meriang langsung berdiri dan paling sigap nyari. MasyaAllah tanggung jawab beliau. *tissue *tissue

Dan ternyata, ini anak ketemu teman-temannya yang kebetulan juga camping didaerah itu. :) jadi kalau lagi camping perhatikan yaa agar memberi kabar kalau ingin pergi ke suatu tempat kalau bisa berdua ya, ini kan alam bebas dan kita menjadi tanggung jawab ketua rombongan.

Waktu menunjukan jam 10 malam, saatnya cinderella masuk ke tenda masing2. Xixixixi :p duh,, berasa akupuntur deh. Jujur-jujuran nih kayaknya gak nyenyak tidurnya. Tapi kata kak Irda kedengeran ada yng ngorok loh >< >< asal suara dari tenda kami sedang yang dua udah tidur gak kedengeran ngorok,yang terakhir tidur aku..

Skip ah.

"loly.. bangun, tahajjud" ujar kak Irda dari luar tenda. Untuk pertama kali, merasakan sholat tahajjud di alam bebas. MasyaAllah tabarakallah. Nikmatnya~~~~

Masing-masing kita sibuk melangitkan do'a - do'a.. ditemani hangat api unggun menunggu waktu subuh. Ba'da subuh, dilanjutkan kultum oleh kak Sidik, sebelum akhirnya menyambut momen sunrise dengan mendaki sedikit lebih tinggi di ujung bukit ini.

ㅠㅠ sayang aku tiba-tiba minum teh temen padahal aku gak cocok dan sakit perut karena itu. Huaaaaa... ㅠㅠ aku jadi gak bisa benar-benar menikmati momen sunrise,yah, gak bisa sepecicilan biasanya lah yah. Beda sama kak Irda, padahal sedang sakit. Ketahuan sih, tapi beliau tetap Allout banget. MasyaAllah :( kata beliau dingin banget tadi malam di tenda dan malah kuatirin kami. Padahal kami gak ada yang kedinginan, cuman beliau.. 'kan bener-bener sakit ini.






Please jangan tanya gimana tindak lanjutnya tentang sakit perut ku.. :p

Skip ah

Puas foto-foto dan memandangi semburat merah dilangit yang maha luas. Kami kembali ke area tenda dan sarapan. Makan sama-sama, saling berbagi.


Saat ikhwan turun ke bawah untuk menikmati mandi di waduk riam kanan. Kami, para akhwat lebih milih beres-beres sampah dan runtuhin tenda. Gak ada yang mau mandi, kalau aku sih yang pastinya karena gak bisa berenang. Hehehe..


Akhirnya selesai dan tinggal menunggu dijemput kapal sekitar jam 10 pagi. Padahal terik, entah kenapa perjalanan pulang rasanya kesempatan yang sayang untuk dilewatkan menikmati hamparan perbukitan di sepanjang perjalanan menggunakan kapal kelotok.

Benar kan, kapan lagi coba? :) masyaAllah tabarakallah. Sayonara kawan-kawan di perjalanan selanjutnya :')

2 komentar: