Jumat, 03 Agustus 2018

Jadi, Muslimah Belanja Karena WANT or NEED?

Assalamu'alaykum.. ^^~

Beberapa hari ini facebook saya dipenuhi video viral, kayak youtuber gitu yang lagi wawancarain bro-bro disebuah event.
Sumber : Facebook

Yang membuat tercengang adalah, kontennya, harga total outfit loe?! 
Aku cuman ber 'Ooo..' ria ternyata tidak hanya wanita ya yang gemar mengoleksi barang bermerek. Sesimple-simple nya tampilan cowok ternyata jam nya bisa nyampe 200juta. Ewewww* 


Jadi disana, do'i nanyain head to toe outfit cowok-cowok muda, mulai dari merek sampe harganya. Sebagian gak ngasih tau sih, tapi tinggal source gampang yah, semudah menjentikkan jari. Ada outfit yang masih PULUHAN JUTA, hingga yang seharga MOBIL MEWAH. Well, disini aku gak berniat untuk nyinyirin mereka. 

Bisa jadi sih, itu adalah trik pemasaran dari brand-brand disana. Karena itu kayak event beberapa brand mahal sih. 

Nah, disini aku cuman ingin kita sebagai seorang muslimah ngebahas sebuah gaya hidup, yakni, hedonisme.

Hedonisme. Adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. [http://id.wikipedia.org/wiki/Hedonisme]

Hedonisme dikaitkan erat dengan gaya hidup mewah menjadi sebuah tolak ukur mutlak kebahagiaan. Menjadi pelaku konsumtif untuk Fun, Food, & Fashion. Bersenang-senang ditempat yang mewah, plesiran mewah, makan-makanan yang mahal, dan fashion item yang branded, menjadi penghias feed instagram maupun vlog, dan channel youtube.

Seakan budaya dan pandangan ini tak berbahaya, pada nyatanya, kita banyak menemukan remaja yang ngamuk abis-abisan agar mendapatkan hape berharga 7 juta ke atas, merajuk agar motor bebeknya, berubah menjadi Moge motor gede. Membeli tas dari harga ratusan ribu hingga jutaan. Mulai dari alasan agar tidak malu, tidak ingin ketinggalan zaman, dan supaya bisa hidup bergaya. mengisi jam kosong kuliah, dengan nongkrong di cafe dan berakhir nyanyi-nyanyi syantik di karaoke. Ya kalo orangtua kayaraya, kalau orangtua bercocok tanam mati-matian di sawah, kepanasan, dengan pakaian yang sangat bau, kaki mengeriput akibat terendam di air kotor. Tak bisa tidur karena harus menjaga padi nya agar tak di makan burung.. Astaghfirullah, astaghfirullah..

Saya berharap ini hanya sebuah sinetron, tapi nyatanya kita banyak menemui hal ini di sekitar kita? Ya kan? Pernah gak sih kalian menemui kasus seperti ini disekitar kita? :(

Atau bahkan diri kita sendiri? 

Dulu, Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hari ‘ied melewati sekelompok wanita dan bersabda,

ﻳَﺎ ﻣَﻌْﺸَﺮَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﺗَﺼَﺪَّﻗْﻦَ، ﻓَﺈِﻧِّﻲ ﺃُﺭِﻳْﺘُﻜُﻦَّ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ

“Wahai sekalian kaum wanita, bersedekahlah. Karena diperlihatkan kepadaku mayoritas penduduk neraka adalah kalian.”

Maka para wanita pun mengumpulkan dan melemparkan perhiasan-perhiasan mereka.

Al-Qurthubi menjelaskan bahwa wanita memang mudah sekali silau dengan dunia dan perhiasamnya sehingga melupakan agama dan akalnya. Beliau berkata menjelaskan hadist tersebut,

ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀ ﺃﻗﻞ ﺳَﺎﻛِﻨﻲ ﺍﻟْﺠﻨَّﺔ : ﻟﻤﺎ ﻳﻐﻠﺐ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻦَّ ﺍﻟْﻬﻮﻯ ﻭﺍﻟﻤﻴﻞ ﺇِﻟَﻰ ﻋَﺎﺟﻞ ﺯِﻳﻨَﺔ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ

“Wanita yang paling sedikit dari penghuni surga karena mereka didominasi oleh hawa nafsu dan kecendrungan terhadap dunia dan perhiasannya.”

Astaghfirullah, Naudzubillah. :( jangan sampai yaa ukhti, semoga Allah menjaga kita dari rasa ingin yang berlebihan atas sesuatu yang tak sesuai dengan kemampuan kita. Bahkan muslimah yang boros dan berlebih-lebihan adalah termasuk dari ciri wanita yang dilarang untuk dinikahi karena keburukan akhlaknya.

يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang belebihan.” (QS. Al-A’raf [7]: 31).

Intinya sih, kalau kita ingin beli sesuatu ada baiknya kita bertanya apakah kita membelinya karena "Butuh" atau sekedar "Ingin" kira-kira akan terpakai kah atau justru hanya akan menjadi koleksi di kamar kita. *nyatetbuatdirisendiri

Punya beberapa, insyaAllah masih akan sering terpakai ya. Apalagi kalau di musim hujan, hehehe.. pakaian belum tentu kering dijemur. Dan kadang aku jadi memahami kenapa banyak muslimah yang memilih warna polos seperti hitam, coklat, hijau tua. Selain mereka ingin sangat hati2 agar tidak menarik perhatian. Kalau punya pakaian dengan warna-warna itu tentunya lebih mudah untuk mix n match, biar terlihat enak juga gitu, warnanya gak tabrakan, ya gak sih? Katanya, wanita suka suka mix n match in outfit. Sepatu, tas, memang ada yang murah hingga mahal. Namun kadang harga sesuai kualitas. Jadi kadang yang murah lebih cepat rusak, tali lebih cepat putus. Wajarrrr~
Kalau ketemu yang murah dan awet itu rasanya apa galssss? *jawabbarengbareng : BERKAHHHHH.. yeeee
Barang branded tapi gak awet, makenya harus hati-hati, jadi takut keinjek, laundry nya harus ke singapore. Ya saalaaam *nangissambilketawa aja saya. Gak sanggup..
Barang yang agak mahal dikit, tapi sesuai kualitas & awet.. bagaimana yeorobun? BERKAAAAAHHHHH.. :D :D :D 
Yang penting kita jangan sampai lupa yaa. Semua yang kita miliki didunia ini akan dimintai pertanggung jawabannya kan ya? :(
Allah Ta’ala berfirman,
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)”  (QS. At Takatsur: 8)


Semoga Allah memudahkan kita dalam memperbaiki diri, sehingga kita saat menjadi anak tidak menyusahkan orang tua, dan tidak mendurhakai mereka. Dan semoga saat menjadi istri, menjadi istri shalihah yang qona'ah, yang tangguh tidak tergoda gemerlap dunia, pandai bersyukur dan mengelola pendapatan suami kelak. Aamiin Allahumma Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar