Rabu, 25 Juli 2018

Pengalaman Pertama Ke Barabai, Wisata Pagat, Kandangan

Assalamu'alaykum__ ^^

Kali ini aku ingin berbagi pengalaman pertama ku jalan-jalan ke Barabai dan Kandangan menggunakan sepeda motor. Tanggal 14 Juli 2018 kemarin, aku berangkat bersama Diba, adiknya, Kak Irda, dan suami dari @sahabatcampingbjm. Sebenarnya aku berencana mengajak abah, tapi batal, jadi aku naik motor sendiri mengikuti mereka.



Hari sabtu itu, Alhamdulillah ada job pesanan makanan. Aku membantu mama jadi pramusaji yang manis (tolong jangan muntah membaca kata manis, wkwkwk :p ).. jadi sempet worry takut ngantuk dijalan. Sekitar jam 3 sore kami berangkat dari Banjarmasin menggunakan 3 buah motor. Awalnya ku fikir jaraknya hanya sekitar 112 km, ternyata 172 km. :D :D :D masyaAllah, selalu deh selama perjalanan dalam hati ku "kapan nyampe nya?" "Masih jauh ini". Ternyata jalan yang merupakan wilayah Tapin, Hulu Sungai Selatan sangatlah panjang.


Dengan drama macetnya juga, tapi dibawa enjoy juga sih saat sore sambil naik motor disinari matahari sore, anginnya juga sepoi-sepoi, pasti deh aku buka kaca helm. Sayang banget kalau momen kayak gini dilewatkan, Maka nikmat Tuhanmu mana kah yang kamu dustakan?
Kami sih jalan santai sekitar 40-60 km/jam aja, walau dalam hati pertanyaan kapan nyampe lumayan bergaung, hehe.. karena memang so far aku beberapa kali ke Barabai itu nutup mata aja, aku termasuk yang mabuk perjalanan kalau naik mobil, tidur juga gak bisa karena merasa seperti akan terlempar atau semacamnya jadi tegang sendiri kalau selama perjalanan. gak menikmati.

Sampailah di tugu Ketupat Kandangan, Welcome to Kandangan. Aku fikir Kandangan lebih jauh dari Barabai, ternyata sampai disebuah persimpangan dengan penunjuk arah 40km menuju Barabai.

Kami berhenti untuk sholat Maghrib di Mesjid Al Abrar. Mesjid yang tidak terlalu besar namun unik dan nyaman. Akses masuknya dihiasi bak taman bunga, lalu terdapat juga taman bunga didepan tempat berwudhu yang berada di sisi kanan masjid. Tempat wudhu yang nyaman, karena memiliki tirai penutup sehingga kita bisa berwudhu tanpa takut aurat kita terlihat. Oya, toilet nya juga bersih dan tersedia air minum gratis ala2 di mekkah gitu meskipun masjidnya tergolong kecil. Namun sepertinya hal itu karena mereka memertahankan nilai histori nya yang telah berdiri sejak 1914 M sehingga tidak dilakukan pemugaran untuk memperluas.


Ini adalah Alqur'an yang terdapat di dalam masjid Al Abrar, sayangnya tidak banyak keterangan tentang Alqur'an raksasa ini. :) but, this is the biggest Alqur'an i've ever seen. ♡


Perjalanan dilanjutkan, Ok, baiklah, jadi kita mendaki di Kandangan dan menginapnya ditempat yang lebih jauh, di Barabai. Wkwkwkwk.

Hari mulai gelap, dan jalan minim penerangan, sejauh mata memandang tidak terlihat lagi Indo/Alfa [?].. Hingga sampailah dikota Barabai, rasanya agak nostalgia sama pasar sentralnya karena pernah malam mingguan jalan disana dengan teman-teman akhwat saat menjadi panitia Walimatul Ursy'.

Kami menginap di rumah keluarga kak Irda di sekitar daerah Jembatan Masjid Sulaha. Yeyyyyy,Alhamdulillah, akhirnya sampai juga sekitar jam 9 malam. Dan malam ini kita dapat penginapan gratis. Hehehe. Diba, kita tidur dikasur untuk trip kali ini. :D

Memasak!
Setelah menempuh perjalanan sekitar 6 jam, mandi, dan masak. Acil dan keluarga yang menampung kami sangat baik, malam begini kita malah disediakan makan besar. Merebus terong & buncis, meggoreng ayam tepung. Bagi ku masak begini lamaaaa banget, tapi pas dikerjain bareng jadi cepat. Apalagi kalau sambil ngerumpi. Bukan gosip, Alhamdulillah karena bersama sahabat shalihah, insyaAllah apa yang kita bicarakan dapat kita ambil hikmah dan ilmunya. Misal cara bikin ayam goreng tepung, ternyata direbus dulu ya, cara baru dan patut dicoba. Sampai ngomongin diet yang intinya perlu istiqomah, mau gimana aja caranya kalau gak istiqomah dietnya bisa balik lagi, balik lagi. Pasti banyak yang setuju ini. Hehehe.. Tapi yang terpenting adalah bahagia dan sehat kata kak Irda, dia itu emang tampil apa adanya banget :D yang penting suami ridho dan senang ya kak.

Cinta sejati itu gitu ya, :D Sahabat yang paling nyaman buat ngapain aja, bersinergi kapanpun, menyamakan langkah dan kita bisa jadi paling apa adanya kita, kita tertawa lepas, merasa bahagia dan paling nyaman bersama dia.

Alah, apa sih. :D #abaikan

Kuy makan deh. Nikmatnya yah udah jam 10 lewat, makan malam terus tidur. Baru juga ngomongin diet, dasar cewek! :p Enaknya tidur dikasur yang empuk ditemani kipas tangan khas kalsel. Ingat nenek, hikshiks.. Tapi rasanya perjalanan tanpa camping itu gak lengkap. Gak ada memmandangi bintang, suasana malam, angin malam. Caelah angin malam, habis itu masuk angin deh. Yang ngerokin pada gak mau, katanya tulang semua. ㅠㅠ

Oh iya, cerita pendakian ke Bukit Langara dan Bukit Palawan ada di sini ya.


Pendakian ke Bukit Langara & Bukit Palawan.


Kami kembali ke Barabai sekitar jam 12 siang, istirahat sebentar menunggu sholat dzuhur untuk kemudian melanjutkan ke destinasi terakhir : Wisata Pagat. Aku makan sebungkus mie instan untuk pengganjal lapar, hehe.. sebungkus mie cuma sebagai pengganjal :p daebak! Jadi bukan Okky Jelly drink apalagi cuman ngemil Roma Sari Gandum ya.

Saat di pasar di pusat kota Barabai tadi, penunjuk arah mengatakan ke arah jembatan masjid sulaha ini 7 km menuju Wisata Pagat. Searah dengan rumah yang kami singgahi, jadi hanya beberapa menit kami sudah sampai di wisata pagat yang ternyata aku sudah pernah kesini. Gue lupa cuyyy.. wkwkwkwk

Tapi kalau sekarang, tempat ini dikelola lebih baik dan saat kami kesana sangat ramai. Loket masuk, 5.000/orang ya. Lalu setiap jembatan kita akan dikenakan biaya 5.000/orang untuk pulang pergi menyebrang ke gua. Satu jembatan kayu, dan dua jembatan rakitan dari bambu. Kami memang juga sempat membayar, tapi kalau difikir-fikir lagi kayaknya gak harus juga sih menyebrang dan sungainya juga paling selutut dalamnya. Hehe.. Sempat ke depan gua, sejuukkkk banget angin yang keluar dari gua tapi karena banyak orang kami memutuskan menyebrang kembali dan memilih ujung kiri tempat wisata ini dimana lebih banyak bebatuan dan menciptakan arus, yang pastinya sepi dari pengunjung lain.

Nyebuurrr deh.
Siang-siang gini, mandi. Hehe.. Jadi ingat masa kecil di desa (Anjir) kalo sudah bemandian (bermain air dengan cara berenang disungai) lupa waktu, dalas bekuridak awak. Aku cuman mandi sebentar, karena aku harus menyimpan tenaga. Cuyy, habis ini kita naik motor 172km lagi. Nontonin si Iky aja deh berenang bikin video didalam air. Rencana awal cuma sampai jam 2 disini, gak taunya sampai jam 3 lebih karena keasyikan, hijab ku aja sampe kering nunggu mereka puas main air nya.


Jembatan di objek Wisata Pagat

Dan, sempet-sempetnya saat dijalan ingin keluar lokasi wisata mereka berhenti lagi untuk makan pentol. Aku memang gak terlalu hobi sih beli pentol, tapi kali ini pamannya juga menyediakan makanan favorit ku, tahu bacem. Enak banget, karena aku sering bikin itu suka gagal hasilnya tahunya tetap lemah. Diseberang kami ada juga kakek-kakek yang jualan es tapi sambil menunggu pembeli beliau membuat seperti alat untuk menjala ikan. Salut, kek.



Bayar parkir motor 3.000/motor, kembali menuju rumah persinggahan kami. Untungnya kakaknya kak Irda peka banget nyediain makan. :D tau aja kami perlu tenaga untuk pulang ke Banjarmasin. Jazakallahu khoyron..

Sekitar jam 5 kami berangkat, dengan rute berbeda karena teman-teman membeli oleh-oleh. Sebenarnya di Barabai ini aku punya keluarga di daerah jatuh, asyiknya nama daerahnya, ini adalah kampung halaman nenek. Tapi pertanyaannya, "memang mereka tau sama aku?" Hehe.. sangking aku memang jarang banget ke sini.

Sejuk dan indah banget menyisiri kota Barabai sore itu. :) Alhamdulillah bahagia banget akhirnya bisa jalan-jalan kesini. Gas santai cus Banjarmasin. Kan, yang lain pada ngantuk-ngantuk sampai berhenti buat beli kopi. Soalnya kami memang gak pake tidur siang barang sebentar. Juga berhenti untuk sholat maghrib dan Isya, aku lupa nama masjidnya, namun uniknya disediakan sebuah penampungan air untuk berwudhu yang sangat luas bak kolam renang. Yang pastinya insyaAllah lebih dari dua kulah apalagi airnya terus mengalir. Tapi tetap tidak bisa untuk berwudhu wanita ya karena ditempat terbuka.

Sekitar jam 9 malam kami istirahat di alun-alun martapura. Dan ini status yang aku update di inststory. >< aku tipe bayg*n gitu :p wkwkwkwk..



Akhirnya sampai rumah sekitar jam 11 malam. Alhamdulillah selesai sudah perjalanan kali ini, :D meski kak Irda masih dibuat penasaran sama puncak Langara. Sampe-sampe beliau masih ngomongin kalo mau kesana lagi. Yaampun rasanya body ku masih perlu dibenerin, dan Kak Irda ngomong pingin balik ke sana. Tapi setuju sih, kuy kita taklukin puncaknya, diajakin nginapnya dimesjid terdekat aja, biar bisa lebih pagian ya ka sampai dipuncak, biar dapat sejuk-sejuk dan kabut lagi tebal-tebalnya. Owwww~ cant wait.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar