Selasa, 24 Juli 2018

Mendaki Bukit Langara - Bukit Palawan


Bukit Kentawan, dari puncak Langara


Jam 04 a.m

Kami berangkat menuju Bukit Langara, Kandangan. Rasanya kayak Uji nyali. Sepanjang jalan minim penerangan, apalagi saat memasuki jalan daerah BIHI. Karena sudah mulai turun naik bukit yang bahkan masih jarang ada rumah. Untung hafal do'a Ayat Kursi :D :D bukan apa2, ini aku aja yang gak ada boncengan, gimana gak serem membelah wilayah hutan [?] Untung gak ada penumpang ghoib.

Eh, eh, berangkat jam segitu, sebagai yang paling tidak berdaging diantara mereka. Aku akhirnya punya solusi, bukan Selimut ya, aduh rasanya kalau bawa selimut itu gak seru, gak kaya penjelajah gitu loh. Jadi, aku melapis dua pakaian ku, dari kerudung, jilbab (jubah syar'i), hingga kaos kaki. Wkwkwk.. Head to toe :D :D

Kami berhenti di sebuah masjid untuk sholat subuh, dan gak lupa aku pakai tameng wajah >< Lol! But, i wanna say, It's me.. Jadi bahan perdebatan temen-temen,
Loly itu 
feminim atau tomboy sih.? Wdyt? >< :pYang pasti aku emang lagi jadi pejuang Acne Prone skin yaa, jadi kulit ku memang perlu perawatan dan perlindungan Xtra. :) Semoga tahun ini sukses recovery kulitnya, dan aku bisa tampil barefaced kaya @putrimarino


Apah? Kamu pingin mirip aku? :p lol


atau @nadinelist deh. Wkwkwk ngayal :D :D mereka mah emang udah cantik biarpun tampil barefaced. Biar nanti bisa tinggal pakai Wardah Sunscreen kalo lagi kegiatan outdoor, dan dilembabkan dengan Wardah Aloevera gel. Sekalian tips juga #SunCareAlaWardah ya. :D cus lanjuttt.

 Kali ini, aku kurang persiapan karena memang sedang sibuk jadi gak ada menyiapkan bekal. Kami membeli sarapan di sebuah warung dekat masjid tadi. Berkomunikasi dengan penduduk asli Barabai, asik juga, berbeda logatnya sangat terasa. Hehe.. saya fikir saya ini sudah seperti orang Pahuluan banar karena sering sekali menggunakan imbuhan Lih. tapi ternyata logat saya gak ada apa-apanya. :D ok fix, saya itu menggunakan logat orang Anjir. Hehe..

Kami membeli nasi kuning dengan lauk ayam untuk dimakan sambil menikmati Sunrise diatas bukit nanti. Nasi bungkus ini hanya seharga, 6.000/bungkus. Murah yaa :)

Perjalanan menuju bukit langara, Kandangan, sambil menikmati suasana subuh dijalan perbukitan yang mulai disinari matahari terbit. Segarnya. :) MasyaAllah Tabarakallah. Banyak motor dengan keranjang dibelakang, entah untuk menjajakan sayur maupun berjual beli ayam. :D kecungulan kepala ayam yang masih hidup dikandang yang dibawa menggunakan kendaraan.
Sampailah kami dipersimpangan, kalau lurus menuju loksado sekitar 1 jam perjalanan lagi, belok kanan, tepat setelah menyebrang jembatan adalah loket masuk ke bukit langara. Hanya ada tulisan "BUKIT LANGARA" yang ditulis menggunakan pilox sebagai penanda. Kita diminta membayar 5.000 rupiah untuk satu buah motor, dan 5.000 rupiah perorang.

Ini adalah kali pertama mendaki di pagi hari. Menurutku, ini yang ter-extreme diantara bukit-bukit sebelumnya. Sangat curam sepanjang trek melalui bebatuan, dan tanah merah. Kalau estimasi mendaki kata kak Irda adalah 1 Jam, kami bisa selesai sekitar 20 menit saja. Itu pun selalu istirahat setiap beberapa langkah. Mungkin estimasi itu sebelum jalur nya di permudah seperti sekarang. Namun masih sangat curam dan berbahaya, karena kalau sampai jatuh maka jatuhnya bisa-bisa kebebatuan. Pokoknya jalan terus pantang melihat ke belakang, puyeng. Ini yang aku suka dari mendaki, kita fokus melangkah ke depan, dan tidak melihat ke belakang, karena mengerti bahayanya melihat ke belakang. Kehidupan juga gitu, bahaya terlalu sering melihat ke belakang. #eaaaa

Kami akhirnya mencapai sebuah batu besar yang sangat tinggi. Kami fikir ya sudah itu puncaknya. Matahari belum sepenuhnya muncul sekitar jam setengah 7 pagi. Duduk diatas batu itu, sambil foto-foto dan menikmati matahari yang malu-malu mulai muncul di balik bukit. Momen yang aku impikan, dimana banyak kabut yang masih menyelimuti perbukitan. Walaupun sebenarnya ini belum the best moment ya, andai lebih pagi lagi pas cahaya matahari memang belum ada, dan kabutnya benar-benar masih tebal.








Kami makan diatas batu besar itu. Kalau difikir-fikir padahal sangat bahaya melihat ke bawah sangat tinggi. Tapi koq tenang-tenang aja ya kami? :D Aapalagi kami bersama #pedakicilik yqng baru kelas 5 SD. Cuman dia memang mandiri sih, tidak menyusahkan maksudnya gak pernah ngeluh apalagi mewek. Great job, lil boy!

Walaupun dia sempet berbisik sama kakaknya, Diba. "Kak aku capek banget, tapi kalo aku ngeluh nanti aku gak diajak lagi." Hehe..

Selesai makan, ternyata nasi bungkus tadi gak cukup mengenyangkan. >< gak tau deh yang lain, pada kenyang gak? aku sendiri mungkin 2 bungkus baru kenyang. Porsi kuli kali ya kalau sudah tenaga terkuras mendaki gini. Cuaca sudah mulai terik, matahari sudah sepenuhnya menyinari. kami memutuskan untuk menyudahi trip bukit langara, berjalan menuruni bukit kembali. Pas sampai di bawah, eh si #pendakicilik Iky sakit perut untung ada wc ky. :p duduk dibawah pohon dekat loket masuk.

Dan disitulah, sebuah teka-teki terjawab. Motor siapa yang terparkir lebih dulu sebelum kita? Kata penjaga loket ada yang mendaki tapi kami tidak bertemu siapa-siapa diatas. Seorang cowok turun dari bukit itu beberapa saat setelah kami.

Kalian mendaki? Koq gak ketemu diatas dia bilang? WHATTTT? Jadi kami, ternyata : BELUM SAMPAI DIPUNCAK LANGARA. :D :D :D

yas. Setelah batu besar yang kami dudukin tadi, ada seperti lorong dari pohon yang gak kelihatan ada apa setelahnya. Kami gak ada yang kefikiran buat nembus lorong itu. Tapi bertanya-tanya juga sih, koq agak beda sama hasil foto teman-teman yang berfoto di puncak Langara. Kekekekk..

Tapi kami memilih melanjutkan perjalanan, ketimbang naik kembali. Sudah mulai terik juga. Diperjalanan ke arah pulang, kak Irda tiba-tiba punya ide untuk mendaki sebuah bukit wisata yang kami lalui. Sempat kesulitan mencari bukit itu, tau namanya saja tidak. Hanya saja dari kejauhan terlihat ada sebuah bukit yang dipuncaknya ada berwarna-warni sepertinya merupakan spot foto objek wisata.

Beberapa kali bolak - balik nyari pintu masuk ke bukit tersebut. Akhirnya ada bapak-bapak yang ramai mengucapkan seperti kenek angkot "bukit palawan.. bukit palawan.." kata mereka duduk di pinggir jalan. Akhirnya ketemu pintu masuk bukit itu ada di SDN Desa Mawangi. Hanya saja belum terlalu jelas penanda bahwa disana adalah pintu masuk menuju objek wisata bukit Palawan.

Kami bayar parkir 5.000/orang, Alhamdulillahnya disini motor kita ditutupin kardus ya,gak kepanasan. Saat mulai berjalan menuju trek pendakian, kami bertemu seorang nenek yang menyapa kami ramah.

Berawal dari jalan setapak yang rimbun pepohonan, kemudian memasuki gerbang Bukit Palawan. Jalurnya mulai berubah menjadi tanah gembur, lumayan jauh dan curam. Selalu curam ya. >< namanya juga mendaki bukit.. lumayan terik, euy, keringatan dihidung pulak, apa gak bisa berenti ya, keringatan di idung nya. ;(

Sesampainya diatas. Yaelah. Enak ya, tinggal nulis. Awal mendaki, terus langsung aje gitu nyampe di atas. Padahal jalaninnya, perlu waktu, tenaga, kadang tegang, gugup juga, lucu juga. Pokoknya, aku sendiri masih gak berani dokumentasiin saat mendaki, mending konsen ke jalan aja demi keselamatan. Jadi buat yang mau rasain sensasinya ya, langsung cus aja cobain mendaki itu gimana sih? Kalau mau gabung trip selanjutnya, :) kepoin @sahabatcampingbjm yaa .. biar gak ketinggalan, dan kada tekaji habar haja





Jadi saat diatas, di sisi kiri ada warung tempat untuk beristirahat. asyiknya, Acil (bibi) warungnya memasak menggunakan Dapur (alat memasak khas kalsel yang terbuat dari tanah liat). Aromanya khas banget loh, karena menggunakan kayu bakar. Di sisi ini hanya ada beberapa spot foto, seperti sarang burung, sayap kupi-kupu. Nah,yang kami liat dari jalan tadi ada di sisi kanan. Berjalan sedikit lebih jauh ke kanan kita akan menemukan spot foto yang bagus-bagus. Kursi cinta, walaupun Kadeda jua cintanya.. wkwkwk :p helikopter, ayunan, bahkan rumah belanda, dan becak. Asyik banget. Sayangnya, saat itu panas banget. Rasanya, Sawo ini makin busuk ajah.. ㅠㅠ



Masih ku sisakan kursi sebelahnya, agar kelak kita bisa berdampingan
Saat aku berani berkata siap, dan memilih kamu yang aku percaya akan setia menggenggam tanganku hingga ke syurga.
#hasyahh kibas kerudung ><


Ini replika balon udara tapi kepotong, penasaran bentuk aslinya kuy datengin aja ^~
Duduk disini menyaksikan matahari terbenam ditemani secangkir kopi bersama kamu sepertinya indah. :)




Mungkin ini ceritanya pintu dari langit untuk bidadari turun. Tapi gak tau gimana angle fotonya biar dapet. :p

Langit yang cerah untuk jiwa yang sepi. -Peterpan-
Apa ceritanya ini becak tetiba ada di atas bukit :p

Ini masih ada beberapa spot foto yang aku skip, jadi untuk kalian yang mau kesini siapin gaya yang #epic deh buat foto disini biar gak kehabisan gaya kayak aku. ><

Sepertinya disini bisa untuk berkemah, ada bekas api unggun dari yang berkemah. Tapi tidak ada aliran listrik dan warung pun tidak berjualan saat malam. Baiknya, disini ada wc umumnya gak pake bayar, hanya infaq sukarela kata Diba. Dan tau gak sih, gokil nya, nenek yang menyapa kami di bawah tadi beliau ada di atas sini juga berjualan. MasyaAllah Tabarakallah, nenek. :D :*
Ini dia si strong grandma ♡


kuat banget sih nek >< lol aku mah! Neneknya kuat bingit, terus kami minta informasi jalur khusus yang dilewatin si nenek koq bisa sampe di atas cepet banget. Tapi pas dicobain, duhhhh~~~ aku hampir kepleset karena tanahnya gembur pas aku injek ancur. ㅠㅠ

Selesai sudah pendakian hari ini. Diluar rencana sebenarnya mendaki Bukit Palawan, gak nyangka mendaki dua bukit sekaligus gimana ya nanti pas nyampe rumah. Semoga si Iky masih ingat kalau besok dia harus masuk pagi-pagi banget buat dapat kursi paling depan. Hehehe..




9 komentar:

  1. Kapan kapan ajak nisa ke sana ya mbak 😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah langsung di komen sama Nisa.. Nisa ikut ke bukit batu aja agustus ini. :D

      Hapus
    2. wah agustus nisa pkl mbak 😭 semoga ada kesempatan di lain waktu untuk traveling kalsel aamiin 😍

      Hapus
  2. Mbaa aku pengenn jugaa kesanaa... Smoga nanti pas ad waktu liburan bisa kesana 😊

    BalasHapus
  3. Wah asik bgt eny gk pernah ke bukit langara loh hhi

    BalasHapus
  4. Wih keren banget loly tempatnya. Aku belum pernah naik bukit eh. Takut duluan. He

    BalasHapus
  5. Aduh, pengennya jalan2 kesana. Kira2 kalo bawa anak rewel ga ya dia. Khusus Komunitas FBB yuk kesini. Barbeque diatas gunung. Hehe

    BalasHapus
  6. Aduh jadi mupeng mau naik ke gunung, tapi aya males mendaki jadi gimana dong? Wkwkwk

    BalasHapus
  7. Aku pernah ke tempat yang mirip beginian di dekat sana juga. Kan banyak ya. Tp lebih bagus ini.

    BalasHapus