Kamis, 05 Juli 2018

Camping Ke Bukit Tahura Sultan Adam Bersama @sahabatcampingbjm



Assalamu'alaykum__ ^^

Setelah sekian lama, Ramadhan dan banyak makan di momen hari raya. Akhirnya, camping lagi. :D MasyaAllah, ini yang selalu dinanti, sunset & sunrise luar biasa dari atas bukit.




2018.06.29

Meetpoint IndoApril KM. 8 jl. A. Yani. Lagi, bersama Sahabat Camping Banjarmasin. Karena ya cuman mereka yang menyediakan kalo saya bilangnya sih, tour guide yang syar'i yang tidak hanya urusan kerjaan, nyewain tenda terus udah. Tapi bertanggungjawab sepenuhnya atas kami, agar selama perjalanan aman dan tidak melanggar hukum syara'. Eh gak hanya tenda ding, ada perlengkapan memasak dan lain-lainnya juga. Bikin ketagihan sih ngikut mereka nge-trip.

Apalagi mereka memang sabar banget mendampingi wanita kayak kami. :D tapi saya yakinkan, kalian akan lebih senang mendampingi saya ke gunung dari pada nemenin saya belanja. Mama saya saja angkat tangan, muter 3 jam, pulang gak bawa apa2. Nah, tapi yang kayak saya ini tidak hanya satu, ada sekitar 28 orang cewek yang harus di handle dengan segala kerempongannya. Hehe..

Rencana berangkat jam 2, ada yang telat, biasa lah, eh tiba2 pas mau berangkat hujan. Subhanallah. Nunggu teduh, berangkat, hujan lagi, berteduh lagi. Nah, disinilah khas nya, saat Ashar pendamping berhenti untuk sholat Ashar masyaAllah kan?

Dan wudhunya kalau bisa dijaga ya hingga maghrib, biar bisa langsung sholat saat maghrib apalagi kalau sudah nyampai atas persediaan air sedikit. Kalau bisa sampai isya, hemat air sekalian. :D

Oya, Tidak hanya itu, pakaian syar'i pun dipersyaratkan oleh @sahabatcampingbjm bagi muslimah yang ingin ikutan nge-trip. Acungi jempol banyak-banyak!

Akhirnya tibalah di locket masuk ke daerah wisata Tahura, sultan adam, Banjarbaru, Kalsel. Setelah itu, deg-deg ser deh, ternyata cukup jauh kita berkendara dijalan yang terjal. Jadi, sepertinya kendaraan yang hendak kita pakai memang harus dalam keadaan optimal. Meskipun hujan rintik-rintik dan jalan yang terjal, pandangan kami tersihir oleh keindahan suguhan perbukitan yang berkabut. MasyaAllah, selamat datang di Negeri di atas awan nya kalsel.

Motor kita parkir di sebuah warung, dan perjalanan dilanjutkan dengan mendaki jalan setapak yang walaupun tidak jauh namun cukup bikin aku harus nelan ludah. Ini serius? Curam cuy.. Tapi Alhamdulillah, tidak ada insiden kepleset. Terus kak irda (yang punya usaha Sahabatcamping) nanya, "tadi gak papa?" He? Aku agak bengong, eh iya, aku hampir kepleset tadi. Kayaknya aku memang harus upgrade sepatu yang Pro untuk mendaki.

Sekitar jam 6 sore kami sampai dipuncak disambut lampu kota yang mulai menyala dikejauhan. Dan perbukitan yang berkabut, tidak usah menunggu besok pointview nya sudah bisa kita dapatkan sekarang. Sayangnya hape ku gak bagus memotret saat mendung, yah, apa hapenya harus di upgrade juga. Hihihi. Tapi yang terpenting menikmati pemandangannya, segerrrrr banget gitu.

Saatnya untuk mendirikan tenda, karena bukan pengalaman pertama jadi Alhamdulillah sudah mulai bisa mendirikan tenda. Memang sangat mudah sekali, :D gak perlu keahlian seperti saat pramuka. Sedangkan pendamping ikhwan mencari kayu untuk api unggun dan membuatkan WC agar aurat kami tetap terjaga meski sedang berada di alam. Jadi wc nya itu benar-benar seperti kurung tinggi terbuat dari terpal dan tongkat yang lebih tinggi dari kami saat berdiri yang mereka dapatkan di alam.

Lapar, sumpah. Pas tenda udah jadi langsung nyari cemilan, kalo diatas bukit begini telur rebus saja jadi begitu nikmat. Haha..

Waktu sholat maghrib pun tiba, karena masih menjaga wudhu jadi ya kita tinggal sholat berjamaah untuk dilanjutkan membaca Alqur'an ditenda masing-masing. Setelah sholat Isya berjamaah dilanjutkan dengan Majelis Ta'lim zaman now oleh pemateri @yukngajibjm, duh kalian harus rasain atmosfernya sholat malam hari dialam terbuka. Dikejauhan gemerlap lampu kota begitu indah, menjadi pemandangan yang paling aku nikmati.

Saat ta'lim ba'da Isya

Kami memang tidak sekedar camping, kak Irda sudah menyiapkan schedule agar agenda ini tidak sekedar liburan. Tapi memberikan banyak manfaat, dan meraih pahala. Jazakumullahu khoyron kak irda dan tim yang sudah menyiapkan dan memandu jalannya camping ini dengan sangat apik! Great job! Semoga Allah memberkahi usaha kalian.

Di taklim itu ngebahas tentang kebahagiaan yang HQQ.. Kalau kebahagiaan itu ya letaknya di surga. Sedang didunia ini kebahagiaan bagi seorang muslim ialah saat Allah ridho padanya, jadi ya bisa saja bagi orang lain seseoran itu tidak bahagia, dia kekurangan harta, gak good looking, JOMBLO,   pulak?! What? ㅠㅠ tapi karena dia seorang muslim dia memahami hakikat bahagia, selama Allah ridho ya dia bahagia-bahagia saja, tenang-tenang saja, yang penting Allah ridho.

Selesai ta'lim, sebenarnya waktunya tidur. Istirahat, inget loh kita habis naik motor hujan-hujanan, lalu mendaki, dan membangun tenda. Ini waktu yang sangat penting untuk beristirahat. Aku langsung lari masuk tenda, sangking dinginnya diluar, padahal aku sudah bawa sarung. Fix ini pelajaran banget, mendaki dimusim hujan, menurutku wajib bawa selimut beneran. Haha.. karena pada akhirnya aku gak bisa tidur alas tenda sangat dingin dan sarung sama sekali gak bisa menghangatkan. Teman-teman yang lain gak pake tidur, langsung pada membakar jagung dan aku menyerah mencoba untuk tidur.

Aku akhirnya keluar tenda mencari kehangatan mendekati tempat membakar jagung yang -lagi, lagi- disediakan oleh kak Irda. Bayangkan aja sangking dinginnya, bikin kopi pake air mendidih baru airnya dimasukin ke gelas langsung dingin. ㅠㅠ selain selimut kayaknya aku juga wajib bawa gelas termos ku. Eh yang lain malah masuk ke tenda, tersisalah aku bertiga dengan teman-teman ku, ngopi dan membakar jagung. Sampai dirasa cukup hangat karena berada didekat api kami pun masuk ke dalam tenda.

Pelajaran yang aku fahami di perjalanan kali ini adalah : aku merasakan sepenuhnya fungsi api unggun yang sukses menghangatkanku dan aku tahu fungsi minyak kayu putih. Hahahaha :D cuman nyoba awalnya, sangking tanganku dinginnya ku tumpah minyak kayu putih ke telapak tangan dan kaki n it works! Baru setelah itu aku bisa mulai tertidur nyenyak.

Tapi para ikhwan gak tidur mereka berjaga di luar tenda disekitar api unggun, kata kak Irda, padahal sangat dingin, anginnya deras dan bahkan rintik hujan.

Yang bikin panik adalah diwaktu subuh, kata kak Irda curhatan ku di tenda kedengaran diluar! ㅠㅠ ah tidak! Memalukan! Berhentilah curhat wahai wanita, kalau sudah ngumpul mah gak sadar apa, tenda bukan tembok.

APAKAH AKU NGOROK?ㅠㅠ

Kata kak Irda lagi, kalau diantara ikhwan ada yang puasa, saat malam kehilangan plastik berisi nasi. Bahkan ada hape mereka yang jatuh, gak tau deh apa rusak, semoga gak. :( Dan satu lagi, aku baru sadar kalau ada air di galon. Itu kapan ya dicarinya? Para ikhwan yang nyari melewati jalan setapak membawa galon 30kg kembali ke puncak. Terhebat! Petualang sejatih deh mereka.

Alhamdulillah, kali ini aku gak dibangunin kayak trip di matang keladan. Aku bangun sendiri dan bersiap berwudhu sebelum antrian menjadi panjang. Menikmati alam di waktu subuh, dingin banget tapi gak bikin ciut memandangi keindahannya.



Kalau ingin mendapat spot foto sunset/sunrise terbaik sebaiknya mendatangi tempat yang lebih tinggi. Perkemahan kami berada ditempat yang lebih rendah dari jalan setapak tempat mendaki. Karena kami mencari bagian tanah yang tidak terlalu berbatu.

Oh iya, dan tanah di bukit tahura ini adalah tanah merah dan lengket. Jadi kalau kalian ingin mendaki kesini sangat tidak disarankan pakai sepatu berwarna putih dan tidak perlu pakaian bagus kalau takut rusak. Ya, sebenarnya untuk setiap pendakian sih. Karena memang resiko pakaian bagus jadi jelek dipakai kotor-kotoran karena trip ke alam. Tapi tenang aja, kotornya bisa hilang koq saat dicuci cuman perlu tenaga Xtra. Kayak iklan :D hihi..

Pagi yang indah, meski cuaca tidak terlalu bersahabat dan fenomena negeri di atas awan tidak bisa dinikmati. Secangkir kopi hangat, sarapan, dan kebersamaan membuatku lupa, untuk berjalan ke daratan lebih tinggi menyambut sunrise. It's ok, it's about the journey not the destination. Lagipula dibagian atas terlalu banyak orang.

Ini beberapa foto yang berhasil diambil, meskipun kualitasnya tidak terlalu bagus karena kemampuan kamera gadget ku yang kurang di tempat kurang cahaya.







Terima kasih untuk perjalanan kali ini, sampai jumpa dipetualangan selanjutnya. Saat pulang, salah satu motor akhwat mogok, kesian banget, tapi pas kami diminta duluan eh malah kami tinggalin sama sekali. ㅠㅠ ini nih yang kita asah disini, kepedulian dengan orang lain. Walhasil hanya kak Irda dan suami yang membantu mendorong si akhwat tadi, untung jalurnya menuruni bukit jadi tidak berat.

Sayangnya, perjalanan kali ini tidur ku kurang berkualitas aku jadi mengantuk. Kami dan teman-teman pun memutuskan mandi ke arung jeram sungai kembang. Eh, pas nyebur dingin banget. Hahaha.. kayak air hujan gitu, bentar doang terus sisanya nagkring di atas batu. Dan tetap gak sukses bikin aku gak ngantuk. Mungkin aku memang harus membawa selimut, apalagi kalau mendaki di musim hujan.


Sekali dayung, 2 3 pulau terlampaui

kami juga pergi ke Danau Tamiang, tapi mataharinya terlalu terik. Mungkin jam yang paling pas untuk berkunjung kalau gak pagi banget, sore banget ya.



Hi, kota. Kami kembali dengan semangat baru. Habis ini, hujan harusnya bukan lagi menjadi alasan syar'i untuk nggak ngaji atau agenda dakwah. :)

Alhamdulillah kita kembali dengan selamat, dan mendapatkan apa yang kita cari. Sebuah perjalanan yang bermakna, yang membuat kita semakin mengingat Allah. Semoga Allah senantiasa meridhoi langkah kita. ^^

10 komentar:

  1. Wuaa. Keren.
    Yang sudah jadi emak2, masih boleh ikutan kalo nih? 😅😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh banget. Adain aja camping emak-emak blogger gitu. 😄

      Hapus
  2. Ulun baru tau kalo ada acara yang mendukung kainii, sekaligus banyak banar nilai positifnya.
    sekali kali mau ikut ah 😍

    BalasHapus
  3. Sama kalau ketahura neh selalu dapat oleh oleh dari gunung ini, tanah habang yang lumayan sulit dibersihkan, tapi ada ciri khas tersendiri 😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Aku sempat pucat jw krn sepatu sudah blas habang, tapi dibawa begisik di arung jeram sungai kembang alhamdulillah kd tp berat lagi sepatunya. Haha

      Hapus
  4. Baca tulisan ini aku jadi pengen bermalam di bukit tahura, udah lama gak kesini.

    Iya sih kalo kesini mending pakai sepatu yang agak gelap, biar gak kotor sama tanahnya. hahaha

    BalasHapus
  5. Duhh seruu bangett tripnyaa mbaa.. Ga pernah camping, pernah pas pramuka aja.. Kadang pas udah dewasa gini kangen camping2an .. My trip my adventure ya mbaa ..

    BalasHapus
  6. wih keren ya ternyata di banjar sudah ada jasa begini. jadi kalau mau camping lebih gampang deh

    BalasHapus
  7. yang pake perahu besar disediakan peralatan masak itu di sktar sana ya loly

    BalasHapus
  8. Ini seru banget sih dan pemandangannya super indah syekali 😍

    BalasHapus