Sabtu, 19 Mei 2018

Mumpung Ramadhan, Hijrah Yuk?!

Bismillahirahmanirrahim
Assalamu'alaykummm~ ^^
Cingudeul. Hehehe.. sohib wa sohibah.

Sudah hari ke-3 aja nih puasa Ramadhannya, masih kuat keaaan yaa?!

Gimana? Ada planning apa? Memperbanyak Ibadah yaa pastinya, secara dibulan penuh berkah ini semua amal Ibadah dilipatgandakan pahalanya oleh Allah.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)

Tapi, khusus yang belum hijrah nih. Ada yang berencana menjadikan momen Ramadhan tahun ini untuk berhijrah?

Yee~ Alhamdulillah banyak yang angkat tangan. Yuk~ yuk~ kita hijrah.

Ada stigma negatif sih tentang Ramadhan. Kayak,

"halal pake hijab pas Ramadhan doang, nanti juga buka."

"Ciyee.. tumben sholat."

"So alim nya, cuman pas Ramadhan aja."

Padahal ya gak papa kalo berhijab, puasa, sholat, atau bahkan pacarannya break dulu, pas momen Ramadhan gini.

Gak papa. ASAL dibulan berikutnya kita, ISTIQOMAH. Setuju? Gak cuman pas momen Ramadhan, tapi menjadikan Ramadhan sebagai titik awal menjadi hamba yang taat.

Manfaatin bulan Ramadhan menjadi waktu menempa diri, gak cuman menahan diri dari lapar & dahaga tapi juga dari segala perbuatan yang dilarang sama agama. Bisa dibilang aji mumpung sih, kan emang lagi rame yang tadinya gak berhijab jadi pada berhijab, masyaAllah ademnya... Terus masjid & musholla pada penuh, bahkan temen tongkrongan jadi gak sarkatis-sarkatis amat waktu ngomong. "Astaghfirullah, gue lagi puasa gak boleh ngomong kotor..." hehehe

Kan, momen pas banget. Suasananya mendukung. Tinggal kitanya aja lagi, mau sekedar menghormati bulan Ramadhan atau benar-benar berhijrah.

Bulan Ramadhan? Dihormati?
Bagaimana kalau mindset nya kita rubah.
Sebaiknya kita mulai lebih peduli dengan diri kita, akhirat kita. Maka kitalah yang akan dimuliakan, kenapa? Karena kita menjadi hamba yang dekat dengan Allah dibulan Ramadhan ini, dengan memperbanyak beribadah dan berAdzzam dengan niat yang kuat bahwa kita ingin seterusnya berada atau bahkan terus semakin dekat dengan sang Khaliq.

Setelah niat yang mantap, mulai membangun habits hamba beriman. Awalnya memang berat, misal berhijab syar'i. Yang tadinya gak pake hijab, pas puasa gini, malah pakaiannya tertutup banget menyisakan telapak tangan dan wajah aja lagi. Luar biasa. Tapi InsyaAllah, percaya deh hanya sampai terbiasa koq, kalau sudah terbiasa hal itu gak akan berat lagi.

Jadi jangan menyerah ya, karena hari esok belum tentu ada. Kita tengah berlomba dengan malaikat maut. Gimana kalau iya pada akhirnya ditugaskan menvabut nyawa kita, dalam keadaan kita gak sholat, gak berhijab, pacaran pula. Innalillah! Naudzubillah!

kita pasti bisa terbiasa menjalankan syari'at Islam karena Allah gak membebani hamba diluar kemampuannya. Jadi apa apa yang disyari'atkan oleh Allah insyaAllah mudah saja dijalani bagi hamba yang sadar diri bahwa penciptaannya itu adalah hanya untuk beribadah kepada Allah dan akan kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan setiap amal perbuatan.

Allah Ta’ala berfirman

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).

Yakin deh, memperbaiki hubungan sama Allah sama dengan memperbaiki kehidupan kita. Kita yang tadinya hidup gak tenang, tapi kita gak pernah mendekat kepada yang memberi ketenangan. Padahal Allah gak kemana-mana Allah selalu ada. Tinggal kita aja lagi, menjauh atau mendekat padaNya. Apa yang harus dilakukan di awal hijrah? Perbaiki sholat. Sayang banget shalihah, Ramadhan gini pahala lagi dilipat gandakan tapi kita malas-malasan sholat, atau bahkan meninggalkan sholat. "Duh... ngeri!"

Justru harus kita jadikan momen ini untuk memperbaiki sholat, bacaannya, waktunya, tuma'ninah nya. MasyaAllah! Hijab yang syar'i, sholat dan tadarus Alqur'an yang penuh penghayatan. InsyaAllah mulai terasa nikmatnya kedekatan dengan Allah. Dan kita akan mulai takut bermaksiyat, semisal akhirnya memutuskan untuk gak pacaran, dan berhenti ghibah, lebih adem di rumah sikap sama orang tua jadi manis banget.

Kalau sudah gini, tinggal terus di upgrade ilmu agamanya, rajin-rajin ke majelis ilmu, unfollow deh Oppa-Oppa korea dan berpindah menjadi follower nya akun-akun dakwah kaya @ustadzabdulsomad @felixsiauw @ummualila.

Karena kalau kita mencukupkan diri dengan perubahan yang ada, bisa jadi justru kita akan kembali jahiliyah usai Ramadhan. Naudzubillah! Yuk, jangan lupa juga cari teman-teman yang menasihati kita dan mengajak kepada ketaatan.

Misal jadi temen saya gitu, hehehe.. biar sama-sama saling ngingetin kalau hijrah itu never end! Yuk, kita bergandengan tangan saling menguatkan menjadi sahabat ta'at sehidup sesyurga, shalihah.. :)

Semoga Ramadhan kali ini kita menjadi muslimah yang lebih baik, dari segi ibadah & akhlaknya. Sehingga Ramadhan tak meninggalkan kita dalam keadaan sia-sia karena kita mampu berlomba-lomba dalam beribadah dan membentuk habits menjadi lebih shalihah dan terus kita lakukan meski Ramadhan berlalu hingga bertemu Ramadhan berikutnya. Aamiin Allahumma Aamiin.

Wallahul Muwaffiq.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar