Kamis, 24 Mei 2018

Kabar Gembira Di Bulan Ramadhan Bagi Yang Haid


Assalamu'alaykum..
Ukhtifillah, cingudeul. ^^

Marhaban yaa Ramadhan~ Ramadhan Kareem.



MasyaAllah, Alhamdulillah seminggu sudah kita membersamai Ramadhan berkah. Dan insyaAllah bagi  muslimah apalagi yang masih Abegeh kayak saya (hehehe.. ), kita tidak bisa menjalani Ramadhan sebulan penuh. Karena harus ketemuan sama jadwal mentsruasi, ya gak?!



Padahal misalnya, lagi semangat-semangatnya nih, sholat diawal waktu, ditambah sholat-sholat sunnah, tadarrusnya kueeeencenggg banget (ya, bukan kaya mark marquez juga sih, hehehehe.. ) maksudnya, kalo dah lagi sama Al Qur'an sama surat cinta dari Allah, udah deh, lupa diri, nikmaat banget. Puasa biar pun panas-panasan, mulutnya rapeeet banget gak mau ngeluh. Eh, tetiba haid.

Terus, pada sedih gak nih?
Benelan?
Celius?
Hehehe..

Iya,
SEDIH
Saat kita haid. Kita pantas berSEDIH
Karena apa?
Karena itu adalah tanda bahwa kita memang hamba Allah yang beriman. Sedih, dikarenakan haid kita gak bisa melaksanakan sebagian besar ibadah kepada Allah. Jadi gak papa, kalo mau sedih. Apalagi pahala di bulan Ramadhan kan emang menggiurkan banget


كل عمل ابن آدم له الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف قال عز و جل : إلا الصيام فإنه لي و أنا الذي أجزي به
“Setiap amal manusia akan diganjar kebaikan semisalnya sampai 700 kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.'” (HR. Muslim no.1151)
T.T MasyaAllah, Allah begitu menyayangi kita.

Jadi nih, ceritanya pada zaman Rasulullah, para sahabat sangaaaaat sedih karena Rasulullah tidak cukup biaya mengajak mereka ikut kepada perang tabuk. Maka Allah berfirman dalam surah At-taubah : 92, yang artinya :

dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu". lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.


NIATbisa jadi niat punya pahala gede dihadapan Allah. Kita udah niatin nih, pingiiiin banget tunai puasanya, sholat tarawihnya, aduuuh sayang banget bolong karena haid gak bisa full sebulan penuh. Eittts, tapi tenang saja. Gak ada yang sia-sia koq kalau urusannya sudah sama Allah.

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengabarkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنِ امْرِئٍ تَكُونُ لَهُ صَلاَةٌ بِلَيْلٍ فَغَلَبَهُ عَلَيْهَا نَوْمٌ إِلاَّ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَجْرَ صَلاَتِهِ وَكَانَ نَوْمُهُ صَدَقَةً عَلَيْهِ
Tidaklah seseorang bertekad untuk bangun melaksanakan shalat malam, namun ketiduran mengalahkannya, maka Allah tetap mencatat pahala shalat malam untuknya dan tidurnya tadi dianggap sebagai sedekah untuknya.” (HR. An Nasai no. 1784, shahih menurut Syaikh Al Albani).


MENJAUHI LARANGANNYA
Ini persepsi baru juga nih, jadi tulisan ini terinspirasi habis nonton pembahasan singkat yufid channel tentang wanita haid di bulan Ramadhan. Saat haid, Allah melarang kita untuk melakukan sebagian amal ibadah. Jadi ya saat kita haid, kita tidak sholat, tidak puasa, maka itu sama dengan kita mengikuti perintah-Nya untuk menjauhi larangan-Nya. Maka yang ada adalah semasa kita haid itu ya, pahala, pahala, & pahala. Barokallah.


TETAP MELAKUKAN AMAL IBADAH

Apalagi lagi haid neng, bisikan-bisikan banyak, lha mau jauh-jauh dari Allah gimana gak galau. *ngomongsendiri

Ini nih persepsi yang wajib banget saya, atau ada juga dikalangan teman-teman yang nganggap kalo haid adalah jatah libur yang Allah kasihkan ke kita? Libur sih libur. Tapi kan kita ikhlas Ibadah kepada Allah, ya harus nya nikmat dong, gak seneng dong kalo diliburin? Kita pasti maunya berdekatan terus sama yang tercinta, ya kan? Ya jadi tetap bawaannya pingin dekat terus dong dengan Allah meskipun sedang tidak suci. Perkara sholat & puasa emang libur, tapi tenang aja masih banyak amal ibadah yang bisa kita lakukan. Misalnya nih ya :

1. Meyediakan dan memberi ifthar (hidangan berbuka), kepada orang-orang yang shaum baik bagi anggota keluarga maupun saudara-saudara umat IslamIfthar adalah amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah  SAW, karena mengandung pahala yang besar dan kebaikan yang berlimpah.
Rasulullah SAW Bersabda: “Barang siapa yang memberi ifthar (hidangan untuk berbuka) orang-orang yang shaum/berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang shaum/berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun.” (H.R. Bukhari Muslim).
nah, nah, persiapan nih kalo nanti haid. Kalo gak bisa beliin untuk berbuka orang lain. Seenggaknya kita stand by di dapur sekitar jam berapa tuh mamak kita masak? ini bisa banget loh kita terapin dari sekarang saat gak haid. Ya, minimal jadi temen ngobrol lah kalo mama takut masakannya gak enak kalo kita ikutan bantu masak. Wkwkwkwk.. 
2. Memperbanyak Berdoa dan Berdzikir Sepanjang HariBerdoa dibulan ramadhan itu gak kenal waktu. 24/7 hari semuanya adalah waktu mustajab. MasyaAllah, Barokallah. Sayang banget kalau hati kita sampai lalai dari mengingat-Nya, kurang dalam berdzikir dan berdo'a. Gak usahlah berandai-andai Doraemon itu ada, sedang kita punya Allah yang maha mengabulkan do'a dan kita banyak sekali permintaan. Atau, banyak sekali yang kita renungi untuk kita syukuri.
Allah SWT Berfirman: “Dan Rabbmu Berfirman: Berdoalah Kepada-Ku Niscaya akan Aku perkenankan bagimu.” (QS. Al-Mu’min: 60).
Dari Abu Hurairah r.a. Bahwa Rasulullah SAW Bersabda: “Tidak ada kaum/seseorang yang Berdzikir kepada Allah kecuali mereka di kelilingi oleh malaikat-malaikat, di liputi oleh Rahmat, turun kepada mereka ketentraman, dan Allah menyebut mereka sebagai orang-orang yang di sisi-Nya.” (HR. Muslim).
Tetap ngeh saat Adzan berkumandang, jangan karena gak sholat kita jadi udah gak denger ada Adzan. Ini nih yang selalu diingetin sahabat shalihah ku, Adzan usai dikumandangkan sangat dianjurkan untuk berdoa dan berdzikir.
Rasulullah SAW Bersabda: “Dari Jabir Bin Abdullah r.a. Bahwa Rasulullah SAW Bersabda: “Barangsiapa mendengar panggilan adzan lalu ia Berdoa: Ya Allah Ya Rabb, Pemilik seruan yang sempurna ini, dan solat yang akan didirikan, karuniakanlah kepada Rasulullah SAW. Wasilah dan keutamaan dan tempatkanlah ia di tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan, Akan Mendapatkan Syafaatku kelak pada hari kiamat.” (HR. Bukhari).
3. Mengingatkan & membantu anggota keluarga dalam kebaikan.
Mempermudah anggota keluarga yang lain saat hendak melakukan amal ibadah. Bisa dengan membiarkan mereka bersiap-siap menuju masjid untuk sholat tarawih dan kita menyelesaikan pekerjaan rumah setelah selesai berbuka, seperti mencuci piring. Tenang kan ada mama lime, sekali colet noda hilang seketika. *eh.. hehehe..
Atau kalau sedang punya dedek bayi, bisa kita jagain dulu. Anggep aja latihan. *nyengiirrr.. latihan apa lol?
4. Bersedekah
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Sesungguhnya sebagian dari para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bershodaqoh dengan kelebihan harta mereka”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bershodaqaoh? Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah shodaqoh, tiap-tiap tahmid adalah shodaqoh, tiap-tiap tahlil adalah shodaqoh, menyuruh kepada kebaikan adalah shodaqoh, mencegah kemungkaran adalah shodaqoh dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah shodaqoh “. Mereka bertanya, “ Wahai Rasulullah, apakah (jika) salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa. Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala”.  (HR. Muslim no. 2376)
5. Menyibukkan diri menuntut Ilmu yang bermanfaat
Selain memperbanyak Dzikir dan do'a, kita juga bisa gunain fasilitas sosmed kita buat dengerin video-video kajian dari para ustadz. Makin bersemangat dalam menuntut ilmu, semangat dalam mengamalkan ilmu nya, dan semangat dalam mengajak orang lain agar mengamalkan ilmunya. Jadi InsyaAllah waktunya tidak sia-sia. Sayang banget yaa kalau Ramadhan berlalu begitu saja, sedang tahun depan kita belum tentu bertemu dengan Ramadhan.
Nah, biar lebih mantap lagi. Gimana kalau menuntut ilmu nya pakai pengorbanan lebih, misal mendatangi satu tempat kajian gitu. adik-adik pelajar yang ada di Banjarmasin nih. 
Rasulullah SAW Bersabda: “Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut Ilmu, Niscaya Allah SWT menunjukkan jalan menuju Surga Baginya.” (H.R. Muslim).
kebetulan teman-teman dari format center sedang ngadain pesantren kilat. Dan ada kak La Ode Munafar loh, trainer nasional.. :D :D kenal kan? Itu yang founder Indonesia Tanpa Pacaran.

Kuyyyy~ Daftar Yuks!
Itu tadi, catatan aku seputar haid di bulan Ramadhan. Semoga kita para muslimah dapat mengamalkannya. Aamiin Allahumma Aamiin. :) :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar