Sabtu, 05 Mei 2018

Camping Ke Matang Keladan Bareng @sahabatcampingbjm

Assalamu'alaykum..

Post kali ini ditulis sambil tiduran, baru aja pulang camping, gak bisa tidur karena kaki yang lumayan nyut-nyutan. Xixixi :D jadi istirahat sambil sharing cerita.

Pengalaman pertaman mendaki

Tanggal 4 Mei 2018, hari yang ditunggu, karena udah penasaran banget sama yang namanya mendaki, camping, dan gimana rasanya mandangin pegunungan dan matahari dari puncak. :D maklumlah, Banjarmasin kota datar, tanjakan & turunan bisa jadi destinasi cuci mata.

Kami start berangkat dari masjid At-taqwa setelah UIN sekitar jam 2, dengan estimasi waktu tempuh selama 2 jam hingga ke kecamatan aranio tempat bukit matang keladan berada.

Girang banget, (sapi) syeepiii aja diteriakin. Gunung diteriakin, Hahaha~ yah maklum lah sempat tinggal di semarang sebentar dan pemandangan perbukitan begitu adalah hal biasa. Sekarang udah lama gak lihat, jadi heboh sendiri.

Sampai bilang ke teman "rasanya kaya baru keluar rumah.." :D

Sadar-sadar, tour guide nya, kak irda dan suami gak ada sejauh mata memandang. Ternyata bukan mengarah ke Pleihari tapi ke riam kanan. Yang lucunya, hampir semua rombongan malah ngikutin kami. Hahaha.. mereka fikir gue kali yah, ketua geng nya. Untung kak Irda sabar, maafkeun ya kak hampir menunggu 1 jam lagi karena kami.

Kami berhenti sebentar di masjid depan objek wisata arung jeram sungai kembang, untuk sholat Ashar. Sebelum melanjutkan ke tempat tujuan yang tinggal sebentar lagi.

Di jalan kita akan diberhentikan untuk membayar 2.000 rupiah per motor oleh warga setempat di sebuah pos. Dan selang beberapa menit setelahnya kita tiba di sebuah desa kecil tempat kita akan memarkirkan sepeda motor.

kayak gak berasa jauh sama sekali, gak ada apa2nya semarang-jogja. Dan ternyata, Kalsel punya pemandangan yang gak kalah indahnya. Punya banyak perbukitan juga, dan sangat asri, belum banyak rumah. Aku baru tau, dan kayaknya nagih deh jalan-jalan liat pemandangan gitu lagi. Hehe.. Beda sama persepsi aku sejauh ini, jalan-jalan itu capek!

Sesampainya disana, kita akan memarkirkan kendaraan kita dengan biaya 10.000 rupiah per motor untuk satu malam. Dari sana kita akan menyebrangi jembatan cukup panjang untuk sampai ke desa bawah bukit matang keladan. Nah, disana kita akan membayar kembali sejumlah 3.000 rupiah per orang sebagai tiket masuk.

So, siap-siap mendaki deh.
Jalan setapak disamping-samping rumah penduduk. Lalu, tiba-tiba jalan yang cukup curam sampai aku sempat bilang, "ini serius jalannya? Salah jalan kali."

Oya, kami ada sekitar 20 orang perempuan lengkap dengan hijab syar'i dan hampir semua adalah pengalaman pertama mendaki.

Alhamdulillah, walau terjal tapi gak seberat terlihat koq. Beberapa langkah, istirahat, tidak terlalu memaksakan dan sambil menikmati pemandangan sekitar yang memang sangat indah.





Rute nya tidak terlalu panjang, hanya saja sangat curam untuk ku. Wkwkwkwk~ namanya juga mendaki. aku sampai gak berani lihat ke bawah. Dan ada dari rombongan lain yang sedikit terguling. It's ok! Cowok koq. Ditanjakan disediakan tali untuk kita berpegangan, nah di sana yang jadi notice buat aku.  Pas pegangan ternyata yang dibelakangku pegangan juga dan talinya ketaril sama dia hingga aku hampir terguling. Alhamdulillah, punya teman responsif dan tanganku masih sekuat tenaga pegang talinya berusaha menyeimbangkan diri lagi. Tas aku memang berat banget karena aku bawa air mineral 600ml 4 botol. Dan emang segitu air dibutuhkan, untuk buang air kecil, berwudhu, dan lain-lain. Jaga-jaga kalau di atas nanti gak ada air. Jadi saran aku sih, bawa air di rumah aja, terlalu sayang kalau beli air mineral.

Soal barang bawaan emang berat banget, dan perlu difikirin buat bikin lebih sederhana lagi kalo mendaki nanti. Misal kayak powerbank, kayaknya gak urgent2 banget deh, aku cuma perlu tambahan daya sekitar 50% karena aku online. So, kalo aku cuman foto-foto aja, insyaAllah aman aja gak pake power bank? Menurut kamu? Lagian kan kita mau mrnikmati pemandangan, jadi ya, gadget seharusnya seperlunya aja lagi, nanti malah hilang moment dan cuman dapet capeknya doang.

Selain itu, kayaknya aku perlu bawa bekal untuk dua kali makan aja deh. Hehe.. tapi untuk sandal, mihnah (pakaian harian didalam hijab syar'i), kaos kaki, hijab syar'i, sendal, dan jaket kayaknya emang perlu ya.

Kembali ke perjalanan kami mendaki bukit matang keladan, Ada juga tanjakan yang dipermudah dengan ban sebagai anak tangga. Tapi saran aku jangan banyak-banyak menoleh ke belakang, selain takut jatuh, mau untuk apalagi? Pandang saja masadepan, masalalu biarlah berlalu. Haha Apa sih?!

 Hingga akhirnya sampai di atas, yeeeey~ aku yang pertama. Prokprokprok!

Disuguhi pemandangan senja, dikelilingi pegunungan yang diselimuti kabut tipis dan matahari senja diantara pepohonan. Serta aktivitas kapal di waduk riam kanan, dan lampu-lampu yang mulai dinyalakan nan jauh disana. Duuuh~ gak bisa diabadikan, aku lebih sibuk memandangi keindahannya. MasyaAllah, Allahuakbar dengan segala ciptaan-Nya.

Aktivitas memasang tenda menjadi aktivitas menyenangkan, meski kami belum saling mengenal semua dalam satu rombongan. Namun kerja sama yang tercipta sangat baik dan membuat kami menjadi teman baru.

Ada 3 ikhwan yang mendampingi aktivitas rihlah kami kali ini, satu diantaranya adalah suami dari kak irda, @sahabatcamping. Mereka sibuk membuat wc darurat diantara pepohonan dengan terpal. Sehingga aurat kami tetap terjaga, saat berwudhu pastikan aurat kita tetap terjaga ya shalihah? :)

Kami melaksanakan sholat berjamaah diantara perempuan, kemudia makan bersama sambil menikmati bintang yang mulai menghias malam. Angin begitu syahdu terus menyapa kami, menghangatkan kebersamaan yang tercipta. Gelak tawa, canda, dan percapakan penuh hikmah, menghantarkan malam semakin larut. Sangat romantis, perasaan yang tak dapat didefiniskan oleh kamera.

Aku sangat menikmati api unggun, secangkir kopi, gemerlap bintang, dan menikmati awal mula kemunculan bulan untuk pertama kalinya. Awalnya berwarna kemerahan, semakin naik dan menjadi bulan penuh. Pantulannya sangat indah di waduk jauh disana, menatap dari puncak menikmati deru angin malam.

Api unggun mati, aku pun tidur dengan sangat nyenyak. Haha.. sampai-sampai tenda sebelah bertanya siapa yang ngorok sangking menikmati tidurnya? Aku harap itu bukan aku. Mungkin karena aku cukup beristirahat, aku jadi masih bertenaga buat nulis sepulang camping. :D :D yang pasti jangan diharapkan suasana setenang kamar, karena banyak laki-laki yang tak perlu tidur diluar sana.

Sayangnya, saat subuh aku harus dibangunkan. Aku fikir aku akan telat menyaksikan matahari terbit (moment inti) karena bergantian berwudhu untuk sholat subuh. Alhamdulillah, benar kata pendamping, matahari terbit sekitar jam setengah 7.


Kami mendirikan tenda disekiling spot foto, hihihi~ jadi kami dan pendaki lain juga nyuri start berfoto gratis disekitar spot foto. Karena kalau penjaga sudah datang, kita harus bayar 5.000 rupiah / spot.



Puas menyambut matahari terbit, kami sarapan, dan tak ketinggalan aku ngopi. Worth it koq 5.000 pergelas untuk torabika capuccino/ good day cappucino / white coffee/ coffeemix. Ke wc juga 5.000 ya, cuman ya gitu warungnya belum tentu buka. Jadi kita tetap jaga-jaga bawa air putih untuk segala keperluan. Worth it sih sama usaha mereka jualan keatas bukit kan ya. Trip pertama ini, gak sampe 100.000 koq, itu juga aku beli lauknya yang lumayan enak di rocket chicken, 3 buah paha ayam goreng tepung biar selera makan banyak untuk persiapan energi, nasi bawa sendiri. Itu aja yang agak mahal, selebihnya bensin cuma 20.000.

Ini saatnya untuk say good bye sama pemandangan indah ini, hikhik.. runtuhin tenda, kumpulin sampah. Ingat, jangan nyampah ya. :) jangan bilang cinta alam, kalo buah sampah masih sembarangan.

Untuk rute pulang, Kak Irda memilihkan jalan yang lebih panjang namun lebih nyaman untuk dilewatin. Tetap lumayan curam ya, be aware! Karena tadi ada mbak yang terguling parah sampai wajahnya terluka dan sekujur tubuhnya luka lecet parah lumayan besar. :( karena dia pakai celana gemas sehingga banyak bagian tubuh yang terbuka dan bersentuhan langsung dengan jalan yang disemen. Semoga mbaknya cepat sembuh.




Kelihatan gak sih kalau ini tuh turunan yang curam?

Alhamdulillah akhirnya kami kembali sampai ke desa dibawah bukit matang keladan.


Perjalanan gak sampai disini aja koq, karena kami bak bidadari dari kayangan yang menyerbu sungai kembang, untik mandi di arung jeramnya. Tiket masuk sebesar 5.000 dan kita bisa menikmati mandi di alam dengan air super jernih dan pemandangam yang asri.

Oya, aku gak bisa berenang, so' aku harus nyewa pelampung. Disini aku udah gak mau foto-foto. Langsung nyebyuuurr, byuuuur..

Ingat, auratnya tetap dijaya ya, kami semua mandi lengkap dengan hijab syar'i & kaos kaki. Aku kurang berani dibagian yang berarus cukup kencang, jadi aku memilih bagian yang gak dalam dan cukup tenang. Menikmati mengapung dibawa arus pelab, memandang matahari dibalik dedaunan. Ooohh, indahnya. :) :) love it!

Tapi tetap rugi sih kalau gak menikmati terapi alam, bersantai diantara bebatuan membiarkan air berjatuhan ketubuh kita. Duuuh, rasanya habis mendaki, tubuh pegal di libas hilang semua. Karena airnya sejuk dan merasakan pijatan percikan air membuat tubuh begitu rilex. Hampir deh, 2 jam kami mandi disana. :D :D sebelum akhirnya perjalanan hari ini berakhir dan kami berpisah, hikhikhik~

Kami kompak bilang, kalau WAG yang dibikin kak irda @sahabatcamping gak usah dibubarin. Biar nanti kita bisa ngumpul buat mendaki dan camping lagi. #ketagihan

Tapi serius deh, kan kami cuman iuran tenda 17.000 tapi kak irda & suami, bahkan menyediakan laki-laki untuk mendampingi menjaga kami. Mereka menjadi tourguide sukarela, dan bahkan sangat ramah dan banyak membantu kami. Gitu ya, kalau bisnis dijalankan dengan melibatkan Allah didalamnya. :) :) karena kami perempuan, riskan memang kalau ingin mendaki, banyak bahayanya. Apalagi kalau mau mendaki syar'i, yang terjaga, gak ada maksiyat, dan aman. Alhamdulillah @sahabatcampingbjm memfasilitasi, dan ini tuh kayak dejavu untuk aku, kayak dimana ya, yang anginnya itu berhembus lembut, sejuk, pemandangannya indah, cahaya-cahaya lampu romantis dikejauhan, ada suara kapal, air, bulan dan bintang yang bersinar terang. :D persis seperti malam tadi, terimakasih @sahabatcampingbjm sudah membuat satu mimpi ku tercapai. Semoga sukses selalu. ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar