Rabu, 02 Mei 2018

1-2 Mei, Rezim Kalah Telak

Assalamu'alaykum..
Selamat Hari Buruh Internasional dan juga selamat Hari Pendidikan Nasional, negeri ku tercinta, Indonesia. Semoga Indonesia melejit menjadi negeri yang sejahtera dengan menngganti rezim yang tak lagi layak pakai saat ini.

Ada pertandingan apa di 1-2 mei hingga rezim ini kalah telak?
Atau malah tak perlu ditanya lagi karena dari tanggal 1 kemarin kita sudah harus mengelus-ngelus dada mengikuti perkembangan berita terbaru negeri ini? Tamparan keras untuk hasil kerja rezim, yang membuat buruh tak lelahnya berdemonstrasi tiap tahun dengan tuntutan yang kurang lebihnya sama ; kesejahteraan dan lapangan kerja.

1 Mei dikenal dengan May day atau hari buruh internasional. Setiap tahun dihiasi dengan berbagai tuntutan para buruh meminta kelayakan gaji agar dapat hidup sejahtera. Harga yang terus menerus melambung, tak pelak membuat telinga akrab mendengar keluhan rakyat kecil di sepanjang jalan. Bagaimana mereka telah kebingungan bertahan hidup dengan gaji yang minim, guyonan perih para Ibu - Ibu "membeli bawang, bak membeli jimat. 5.000 rupiah bawang putih segenggam tak perlu kresek." Atau sekarang lebih parah lagi? Gas, listrik, BBM yang naik diam-diam bae bak belum ngopi.

Jauh dari pujian, dunia maya Indonesia dipenuhi meme bernada kekecewaan atas rezim.







Isu serbuan TKA yang terus menerus ditepis santai oleh pemerintah. Nyatanya mampu dibuktikan oleh akun seorang artis @ifanseventeen, dimana Ia pada Oktober 2017 lalu naik pesawat menuju Sulawesi dan 90% penumpangnya adalah pekerja asal China.







Ifan memberikan hadiah luar biasa untuk rezim, 2 hari sebelum may day. Sebuah dokumetasi perjalanan ifan ke kota moruwali untuk memberikan bukti kebenaran adanya serbuan tenaga kerja asing di bumi kita tercinta, Indonesia.

Dalih rezim, bahwa TKA hanya berjumlah ribuan berbeda dengan perhitungan Ombudsman yang menunjukkan hasil mencengangkan, yakni mencapai 1, 32 juta jiwa. Dan kebanyakan dari mereka bahkan adalah 'unskill labour' alias pekerja kasar, seakan-akan pemerintah ingin rakyatnya tinggal duduk santai tak perlu bekerja. Sayangnya, gak kerja gak makan! Slogan kompak penyemangat buruh di negeri pertiwi ini, yang pantai libur meski badan meriang, kaki kokoh melangkah mencari sesuap nasi. Jauh dari mengharap sebongkah berlian.







Pukulan keras lainnya diberikan saat beredar gaji guru honorer, yang hanya berkisar 35.000. Apatah karena "guru, pahlawan tanpa tanda jasa" lantas tak perlu terlalu pusing memikirkan menghargai jasa para pahlawan ini? Hingga gaji 35.000 dinilai layak atas jasa guru mendidik generasi penerus bangsa ini?







Kita hidup di jaman : dimana guru dijadikan buruh pendidikan, dan artis menjadi pahlawan peradaban. -riki nasrullah-

Guru dituntut dengan kewajiban yang begitu menyita waktu, padahal mereka harusnya lebih berfokus menyajikan waktu berkualitas. Hingga mereka dapat memberikan pembelajaran terbaik, bukan sekedar memberi pelajaran karena sudah begitu lelah dan direpotkan dengan pelbagai kewajiban agar mendapat gaji layak.

Sedang pemerintah seakan tak mau bekerja sama untuk memajukan bangsa ini, dengan tetap membiarkan tontonan tak mendidik berseliweran ditelevisi. Acara-acara alay, penuh drama, merusak generasi, hingga membahayakan akidah silih berganti menghiasi layar kaca.




 Tak heran, kalau remaja lebih disibukkan berguru pada kehidupan sinetron. ah saya malah sebenarnya tetap sangat keheranan dan tak percaya atas video yang sedang ramai beredar. Awalnya tak berani klik untuk melihat video, ku fikir itu adalah perkelahian antar anak SD. Tak dinyana, bagaimana bisa? Anak SD, bergulat, bukan beradu jotos namun memeragakan adegan dewasa bercumbu mesra menjadi tontonan seluruh teman-temannya di sebuah teras semua lengkap mengenakan pakaian merah-putih bahkan siswi nya mengenakan kerudung. Innalillah, bagaimana bisa? Saya rasa bisa saja terjadi, toh sekarang iklan cokelat saja menyajikan adegan hampir berciuman. Entah bagaimana sinetron remaja saat ini, tindih-tindihan? Pelukan saat boncengan tanpa helm? Berkelahi dengan berbagai adegan kekerasan? Ke sekolah, namun bukan untuk belajar, tapi nge-geng dan pacaran.

Asupan laknat perusak mental generasi penerus bangsa yang terus saja dipelihara. Nasib para buruh yang mengenaskan, dan yang bertanggung jawab malah hobi membuat lelucon dari penderitaan rakyat.

"Beras mahal, tawar."
"Cabe mahal, tanam sendiri."
"Mau kaya, bisnis kalajengking."





Terkikik atau geram?

Terkesan tak serius sekali mengurusi rakyat. ingin sekali berlepas tangan, dan menuntut agar rakyat mandiri. Sedang fungsi pemerintahan itu sendiri adalah mengurusi rakyat. Percumalah kata, dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Rezim telah usang, telah lelah, telah kepayahan memikul tanggung jawab membawa Indonesia pada kesejahteraan.

Rakyat yang tak sejahtera karena kecilnya gaji tak sebanding dengan terus melambungnya semua harga kebutuhan pokok, dunia pendidikan yang terus tercoreng telah layak membuat kita menyuarakan tak sekedar #2019gantipresiden namun juga ganti rezim. Karena semua kekacauan yang terjadi, tak lagi menjadi kesalahan individu, namun menunjukkan akar permasalahannya, yakni sistem rusak yang selama ini diemban. Indonesia adalah milik Allah, kepemilikian Allah semesta Alam, maka hukum Allah pula lah yang harusnya diterapkan. Allah berfirman :

    "Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (QS. Al-Baqarah 2 : 284)

“Tidaklah pantas bagi seorang lelaki yang beriman, demikian pula perempuan yang beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu perkara lantas masih ada bagi mereka pilihan yang lain dalam urusan mereka. Barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang amat nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36)
Maka Indonesia, raihlah kesejahteraan, dimana rakyat terpenuhi kebutuhan primer-nya, gaji yang layak, kehidupan yang terkondisikan dalam keta'atan hingga generasi penerus bangsa jauh dari kerusakan moral dan mampu mengembangkan potensi diri seoptimal mungkin dengan dukungan negara yang kembali berhukum pada hukum Allah azza wa zalla, pemilik semesta Alam. Allahu'alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar