Kamis, 24 Mei 2018

Kabar Gembira Di Bulan Ramadhan Bagi Yang Haid


Assalamu'alaykum..
Ukhtifillah, cingudeul. ^^

Marhaban yaa Ramadhan~ Ramadhan Kareem.



MasyaAllah, Alhamdulillah seminggu sudah kita membersamai Ramadhan berkah. Dan insyaAllah bagi  muslimah apalagi yang masih Abegeh kayak saya (hehehe.. ), kita tidak bisa menjalani Ramadhan sebulan penuh. Karena harus ketemuan sama jadwal mentsruasi, ya gak?!

Sabtu, 19 Mei 2018

Mumpung Ramadhan, Hijrah Yuk?!

Bismillahirahmanirrahim
Assalamu'alaykummm~ ^^
Cingudeul. Hehehe.. sohib wa sohibah.

Sudah hari ke-3 aja nih puasa Ramadhannya, masih kuat keaaan yaa?!

Gimana? Ada planning apa? Memperbanyak Ibadah yaa pastinya, secara dibulan penuh berkah ini semua amal Ibadah dilipatgandakan pahalanya oleh Allah.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)

Tapi, khusus yang belum hijrah nih. Ada yang berencana menjadikan momen Ramadhan tahun ini untuk berhijrah?

Yee~ Alhamdulillah banyak yang angkat tangan. Yuk~ yuk~ kita hijrah.

Ada stigma negatif sih tentang Ramadhan. Kayak,

"halal pake hijab pas Ramadhan doang, nanti juga buka."

"Ciyee.. tumben sholat."

"So alim nya, cuman pas Ramadhan aja."

Padahal ya gak papa kalo berhijab, puasa, sholat, atau bahkan pacarannya break dulu, pas momen Ramadhan gini.

Gak papa. ASAL dibulan berikutnya kita, ISTIQOMAH. Setuju? Gak cuman pas momen Ramadhan, tapi menjadikan Ramadhan sebagai titik awal menjadi hamba yang taat.

Manfaatin bulan Ramadhan menjadi waktu menempa diri, gak cuman menahan diri dari lapar & dahaga tapi juga dari segala perbuatan yang dilarang sama agama. Bisa dibilang aji mumpung sih, kan emang lagi rame yang tadinya gak berhijab jadi pada berhijab, masyaAllah ademnya... Terus masjid & musholla pada penuh, bahkan temen tongkrongan jadi gak sarkatis-sarkatis amat waktu ngomong. "Astaghfirullah, gue lagi puasa gak boleh ngomong kotor..." hehehe

Kan, momen pas banget. Suasananya mendukung. Tinggal kitanya aja lagi, mau sekedar menghormati bulan Ramadhan atau benar-benar berhijrah.

Bulan Ramadhan? Dihormati?
Bagaimana kalau mindset nya kita rubah.
Sebaiknya kita mulai lebih peduli dengan diri kita, akhirat kita. Maka kitalah yang akan dimuliakan, kenapa? Karena kita menjadi hamba yang dekat dengan Allah dibulan Ramadhan ini, dengan memperbanyak beribadah dan berAdzzam dengan niat yang kuat bahwa kita ingin seterusnya berada atau bahkan terus semakin dekat dengan sang Khaliq.

Setelah niat yang mantap, mulai membangun habits hamba beriman. Awalnya memang berat, misal berhijab syar'i. Yang tadinya gak pake hijab, pas puasa gini, malah pakaiannya tertutup banget menyisakan telapak tangan dan wajah aja lagi. Luar biasa. Tapi InsyaAllah, percaya deh hanya sampai terbiasa koq, kalau sudah terbiasa hal itu gak akan berat lagi.

Jadi jangan menyerah ya, karena hari esok belum tentu ada. Kita tengah berlomba dengan malaikat maut. Gimana kalau iya pada akhirnya ditugaskan menvabut nyawa kita, dalam keadaan kita gak sholat, gak berhijab, pacaran pula. Innalillah! Naudzubillah!

kita pasti bisa terbiasa menjalankan syari'at Islam karena Allah gak membebani hamba diluar kemampuannya. Jadi apa apa yang disyari'atkan oleh Allah insyaAllah mudah saja dijalani bagi hamba yang sadar diri bahwa penciptaannya itu adalah hanya untuk beribadah kepada Allah dan akan kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan setiap amal perbuatan.

Allah Ta’ala berfirman

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).

Yakin deh, memperbaiki hubungan sama Allah sama dengan memperbaiki kehidupan kita. Kita yang tadinya hidup gak tenang, tapi kita gak pernah mendekat kepada yang memberi ketenangan. Padahal Allah gak kemana-mana Allah selalu ada. Tinggal kita aja lagi, menjauh atau mendekat padaNya. Apa yang harus dilakukan di awal hijrah? Perbaiki sholat. Sayang banget shalihah, Ramadhan gini pahala lagi dilipat gandakan tapi kita malas-malasan sholat, atau bahkan meninggalkan sholat. "Duh... ngeri!"

Justru harus kita jadikan momen ini untuk memperbaiki sholat, bacaannya, waktunya, tuma'ninah nya. MasyaAllah! Hijab yang syar'i, sholat dan tadarus Alqur'an yang penuh penghayatan. InsyaAllah mulai terasa nikmatnya kedekatan dengan Allah. Dan kita akan mulai takut bermaksiyat, semisal akhirnya memutuskan untuk gak pacaran, dan berhenti ghibah, lebih adem di rumah sikap sama orang tua jadi manis banget.

Kalau sudah gini, tinggal terus di upgrade ilmu agamanya, rajin-rajin ke majelis ilmu, unfollow deh Oppa-Oppa korea dan berpindah menjadi follower nya akun-akun dakwah kaya @ustadzabdulsomad @felixsiauw @ummualila.

Karena kalau kita mencukupkan diri dengan perubahan yang ada, bisa jadi justru kita akan kembali jahiliyah usai Ramadhan. Naudzubillah! Yuk, jangan lupa juga cari teman-teman yang menasihati kita dan mengajak kepada ketaatan.

Misal jadi temen saya gitu, hehehe.. biar sama-sama saling ngingetin kalau hijrah itu never end! Yuk, kita bergandengan tangan saling menguatkan menjadi sahabat ta'at sehidup sesyurga, shalihah.. :)

Semoga Ramadhan kali ini kita menjadi muslimah yang lebih baik, dari segi ibadah & akhlaknya. Sehingga Ramadhan tak meninggalkan kita dalam keadaan sia-sia karena kita mampu berlomba-lomba dalam beribadah dan membentuk habits menjadi lebih shalihah dan terus kita lakukan meski Ramadhan berlalu hingga bertemu Ramadhan berikutnya. Aamiin Allahumma Aamiin.

Wallahul Muwaffiq.

Sabtu, 05 Mei 2018

Camping Ke Matang Keladan Bareng @sahabatcampingbjm

Assalamu'alaykum..

Post kali ini ditulis sambil tiduran, baru aja pulang camping, gak bisa tidur karena kaki yang lumayan nyut-nyutan. Xixixi :D jadi istirahat sambil sharing cerita.

Pengalaman pertaman mendaki

Tanggal 4 Mei 2018, hari yang ditunggu, karena udah penasaran banget sama yang namanya mendaki, camping, dan gimana rasanya mandangin pegunungan dan matahari dari puncak. :D maklumlah, Banjarmasin kota datar, tanjakan & turunan bisa jadi destinasi cuci mata.

Kami start berangkat dari masjid At-taqwa setelah UIN sekitar jam 2, dengan estimasi waktu tempuh selama 2 jam hingga ke kecamatan aranio tempat bukit matang keladan berada.

Girang banget, (sapi) syeepiii aja diteriakin. Gunung diteriakin, Hahaha~ yah maklum lah sempat tinggal di semarang sebentar dan pemandangan perbukitan begitu adalah hal biasa. Sekarang udah lama gak lihat, jadi heboh sendiri.

Sampai bilang ke teman "rasanya kaya baru keluar rumah.." :D

Sadar-sadar, tour guide nya, kak irda dan suami gak ada sejauh mata memandang. Ternyata bukan mengarah ke Pleihari tapi ke riam kanan. Yang lucunya, hampir semua rombongan malah ngikutin kami. Hahaha.. mereka fikir gue kali yah, ketua geng nya. Untung kak Irda sabar, maafkeun ya kak hampir menunggu 1 jam lagi karena kami.

Kami berhenti sebentar di masjid depan objek wisata arung jeram sungai kembang, untuk sholat Ashar. Sebelum melanjutkan ke tempat tujuan yang tinggal sebentar lagi.

Di jalan kita akan diberhentikan untuk membayar 2.000 rupiah per motor oleh warga setempat di sebuah pos. Dan selang beberapa menit setelahnya kita tiba di sebuah desa kecil tempat kita akan memarkirkan sepeda motor.

kayak gak berasa jauh sama sekali, gak ada apa2nya semarang-jogja. Dan ternyata, Kalsel punya pemandangan yang gak kalah indahnya. Punya banyak perbukitan juga, dan sangat asri, belum banyak rumah. Aku baru tau, dan kayaknya nagih deh jalan-jalan liat pemandangan gitu lagi. Hehe.. Beda sama persepsi aku sejauh ini, jalan-jalan itu capek!

Sesampainya disana, kita akan memarkirkan kendaraan kita dengan biaya 10.000 rupiah per motor untuk satu malam. Dari sana kita akan menyebrangi jembatan cukup panjang untuk sampai ke desa bawah bukit matang keladan. Nah, disana kita akan membayar kembali sejumlah 3.000 rupiah per orang sebagai tiket masuk.

So, siap-siap mendaki deh.
Jalan setapak disamping-samping rumah penduduk. Lalu, tiba-tiba jalan yang cukup curam sampai aku sempat bilang, "ini serius jalannya? Salah jalan kali."

Oya, kami ada sekitar 20 orang perempuan lengkap dengan hijab syar'i dan hampir semua adalah pengalaman pertama mendaki.

Alhamdulillah, walau terjal tapi gak seberat terlihat koq. Beberapa langkah, istirahat, tidak terlalu memaksakan dan sambil menikmati pemandangan sekitar yang memang sangat indah.





Rute nya tidak terlalu panjang, hanya saja sangat curam untuk ku. Wkwkwkwk~ namanya juga mendaki. aku sampai gak berani lihat ke bawah. Dan ada dari rombongan lain yang sedikit terguling. It's ok! Cowok koq. Ditanjakan disediakan tali untuk kita berpegangan, nah di sana yang jadi notice buat aku.  Pas pegangan ternyata yang dibelakangku pegangan juga dan talinya ketaril sama dia hingga aku hampir terguling. Alhamdulillah, punya teman responsif dan tanganku masih sekuat tenaga pegang talinya berusaha menyeimbangkan diri lagi. Tas aku memang berat banget karena aku bawa air mineral 600ml 4 botol. Dan emang segitu air dibutuhkan, untuk buang air kecil, berwudhu, dan lain-lain. Jaga-jaga kalau di atas nanti gak ada air. Jadi saran aku sih, bawa air di rumah aja, terlalu sayang kalau beli air mineral.

Soal barang bawaan emang berat banget, dan perlu difikirin buat bikin lebih sederhana lagi kalo mendaki nanti. Misal kayak powerbank, kayaknya gak urgent2 banget deh, aku cuma perlu tambahan daya sekitar 50% karena aku online. So, kalo aku cuman foto-foto aja, insyaAllah aman aja gak pake power bank? Menurut kamu? Lagian kan kita mau mrnikmati pemandangan, jadi ya, gadget seharusnya seperlunya aja lagi, nanti malah hilang moment dan cuman dapet capeknya doang.

Selain itu, kayaknya aku perlu bawa bekal untuk dua kali makan aja deh. Hehe.. tapi untuk sandal, mihnah (pakaian harian didalam hijab syar'i), kaos kaki, hijab syar'i, sendal, dan jaket kayaknya emang perlu ya.

Kembali ke perjalanan kami mendaki bukit matang keladan, Ada juga tanjakan yang dipermudah dengan ban sebagai anak tangga. Tapi saran aku jangan banyak-banyak menoleh ke belakang, selain takut jatuh, mau untuk apalagi? Pandang saja masadepan, masalalu biarlah berlalu. Haha Apa sih?!

 Hingga akhirnya sampai di atas, yeeeey~ aku yang pertama. Prokprokprok!

Disuguhi pemandangan senja, dikelilingi pegunungan yang diselimuti kabut tipis dan matahari senja diantara pepohonan. Serta aktivitas kapal di waduk riam kanan, dan lampu-lampu yang mulai dinyalakan nan jauh disana. Duuuh~ gak bisa diabadikan, aku lebih sibuk memandangi keindahannya. MasyaAllah, Allahuakbar dengan segala ciptaan-Nya.

Aktivitas memasang tenda menjadi aktivitas menyenangkan, meski kami belum saling mengenal semua dalam satu rombongan. Namun kerja sama yang tercipta sangat baik dan membuat kami menjadi teman baru.

Ada 3 ikhwan yang mendampingi aktivitas rihlah kami kali ini, satu diantaranya adalah suami dari kak irda, @sahabatcamping. Mereka sibuk membuat wc darurat diantara pepohonan dengan terpal. Sehingga aurat kami tetap terjaga, saat berwudhu pastikan aurat kita tetap terjaga ya shalihah? :)

Kami melaksanakan sholat berjamaah diantara perempuan, kemudia makan bersama sambil menikmati bintang yang mulai menghias malam. Angin begitu syahdu terus menyapa kami, menghangatkan kebersamaan yang tercipta. Gelak tawa, canda, dan percapakan penuh hikmah, menghantarkan malam semakin larut. Sangat romantis, perasaan yang tak dapat didefiniskan oleh kamera.

Aku sangat menikmati api unggun, secangkir kopi, gemerlap bintang, dan menikmati awal mula kemunculan bulan untuk pertama kalinya. Awalnya berwarna kemerahan, semakin naik dan menjadi bulan penuh. Pantulannya sangat indah di waduk jauh disana, menatap dari puncak menikmati deru angin malam.

Api unggun mati, aku pun tidur dengan sangat nyenyak. Haha.. sampai-sampai tenda sebelah bertanya siapa yang ngorok sangking menikmati tidurnya? Aku harap itu bukan aku. Mungkin karena aku cukup beristirahat, aku jadi masih bertenaga buat nulis sepulang camping. :D :D yang pasti jangan diharapkan suasana setenang kamar, karena banyak laki-laki yang tak perlu tidur diluar sana.

Sayangnya, saat subuh aku harus dibangunkan. Aku fikir aku akan telat menyaksikan matahari terbit (moment inti) karena bergantian berwudhu untuk sholat subuh. Alhamdulillah, benar kata pendamping, matahari terbit sekitar jam setengah 7.


Kami mendirikan tenda disekiling spot foto, hihihi~ jadi kami dan pendaki lain juga nyuri start berfoto gratis disekitar spot foto. Karena kalau penjaga sudah datang, kita harus bayar 5.000 rupiah / spot.



Puas menyambut matahari terbit, kami sarapan, dan tak ketinggalan aku ngopi. Worth it koq 5.000 pergelas untuk torabika capuccino/ good day cappucino / white coffee/ coffeemix. Ke wc juga 5.000 ya, cuman ya gitu warungnya belum tentu buka. Jadi kita tetap jaga-jaga bawa air putih untuk segala keperluan. Worth it sih sama usaha mereka jualan keatas bukit kan ya. Trip pertama ini, gak sampe 100.000 koq, itu juga aku beli lauknya yang lumayan enak di rocket chicken, 3 buah paha ayam goreng tepung biar selera makan banyak untuk persiapan energi, nasi bawa sendiri. Itu aja yang agak mahal, selebihnya bensin cuma 20.000.

Ini saatnya untuk say good bye sama pemandangan indah ini, hikhik.. runtuhin tenda, kumpulin sampah. Ingat, jangan nyampah ya. :) jangan bilang cinta alam, kalo buah sampah masih sembarangan.

Untuk rute pulang, Kak Irda memilihkan jalan yang lebih panjang namun lebih nyaman untuk dilewatin. Tetap lumayan curam ya, be aware! Karena tadi ada mbak yang terguling parah sampai wajahnya terluka dan sekujur tubuhnya luka lecet parah lumayan besar. :( karena dia pakai celana gemas sehingga banyak bagian tubuh yang terbuka dan bersentuhan langsung dengan jalan yang disemen. Semoga mbaknya cepat sembuh.




Kelihatan gak sih kalau ini tuh turunan yang curam?

Alhamdulillah akhirnya kami kembali sampai ke desa dibawah bukit matang keladan.


Perjalanan gak sampai disini aja koq, karena kami bak bidadari dari kayangan yang menyerbu sungai kembang, untik mandi di arung jeramnya. Tiket masuk sebesar 5.000 dan kita bisa menikmati mandi di alam dengan air super jernih dan pemandangam yang asri.

Oya, aku gak bisa berenang, so' aku harus nyewa pelampung. Disini aku udah gak mau foto-foto. Langsung nyebyuuurr, byuuuur..

Ingat, auratnya tetap dijaya ya, kami semua mandi lengkap dengan hijab syar'i & kaos kaki. Aku kurang berani dibagian yang berarus cukup kencang, jadi aku memilih bagian yang gak dalam dan cukup tenang. Menikmati mengapung dibawa arus pelab, memandang matahari dibalik dedaunan. Ooohh, indahnya. :) :) love it!

Tapi tetap rugi sih kalau gak menikmati terapi alam, bersantai diantara bebatuan membiarkan air berjatuhan ketubuh kita. Duuuh, rasanya habis mendaki, tubuh pegal di libas hilang semua. Karena airnya sejuk dan merasakan pijatan percikan air membuat tubuh begitu rilex. Hampir deh, 2 jam kami mandi disana. :D :D sebelum akhirnya perjalanan hari ini berakhir dan kami berpisah, hikhikhik~

Kami kompak bilang, kalau WAG yang dibikin kak irda @sahabatcamping gak usah dibubarin. Biar nanti kita bisa ngumpul buat mendaki dan camping lagi. #ketagihan

Tapi serius deh, kan kami cuman iuran tenda 17.000 tapi kak irda & suami, bahkan menyediakan laki-laki untuk mendampingi menjaga kami. Mereka menjadi tourguide sukarela, dan bahkan sangat ramah dan banyak membantu kami. Gitu ya, kalau bisnis dijalankan dengan melibatkan Allah didalamnya. :) :) karena kami perempuan, riskan memang kalau ingin mendaki, banyak bahayanya. Apalagi kalau mau mendaki syar'i, yang terjaga, gak ada maksiyat, dan aman. Alhamdulillah @sahabatcampingbjm memfasilitasi, dan ini tuh kayak dejavu untuk aku, kayak dimana ya, yang anginnya itu berhembus lembut, sejuk, pemandangannya indah, cahaya-cahaya lampu romantis dikejauhan, ada suara kapal, air, bulan dan bintang yang bersinar terang. :D persis seperti malam tadi, terimakasih @sahabatcampingbjm sudah membuat satu mimpi ku tercapai. Semoga sukses selalu. ^^

Rabu, 02 Mei 2018

1-2 Mei, Rezim Kalah Telak

Assalamu'alaykum..
Selamat Hari Buruh Internasional dan juga selamat Hari Pendidikan Nasional, negeri ku tercinta, Indonesia. Semoga Indonesia melejit menjadi negeri yang sejahtera dengan menngganti rezim yang tak lagi layak pakai saat ini.

Ada pertandingan apa di 1-2 mei hingga rezim ini kalah telak?
Atau malah tak perlu ditanya lagi karena dari tanggal 1 kemarin kita sudah harus mengelus-ngelus dada mengikuti perkembangan berita terbaru negeri ini? Tamparan keras untuk hasil kerja rezim, yang membuat buruh tak lelahnya berdemonstrasi tiap tahun dengan tuntutan yang kurang lebihnya sama ; kesejahteraan dan lapangan kerja.

1 Mei dikenal dengan May day atau hari buruh internasional. Setiap tahun dihiasi dengan berbagai tuntutan para buruh meminta kelayakan gaji agar dapat hidup sejahtera. Harga yang terus menerus melambung, tak pelak membuat telinga akrab mendengar keluhan rakyat kecil di sepanjang jalan. Bagaimana mereka telah kebingungan bertahan hidup dengan gaji yang minim, guyonan perih para Ibu - Ibu "membeli bawang, bak membeli jimat. 5.000 rupiah bawang putih segenggam tak perlu kresek." Atau sekarang lebih parah lagi? Gas, listrik, BBM yang naik diam-diam bae bak belum ngopi.

Jauh dari pujian, dunia maya Indonesia dipenuhi meme bernada kekecewaan atas rezim.







Isu serbuan TKA yang terus menerus ditepis santai oleh pemerintah. Nyatanya mampu dibuktikan oleh akun seorang artis @ifanseventeen, dimana Ia pada Oktober 2017 lalu naik pesawat menuju Sulawesi dan 90% penumpangnya adalah pekerja asal China.







Ifan memberikan hadiah luar biasa untuk rezim, 2 hari sebelum may day. Sebuah dokumetasi perjalanan ifan ke kota moruwali untuk memberikan bukti kebenaran adanya serbuan tenaga kerja asing di bumi kita tercinta, Indonesia.

Dalih rezim, bahwa TKA hanya berjumlah ribuan berbeda dengan perhitungan Ombudsman yang menunjukkan hasil mencengangkan, yakni mencapai 1, 32 juta jiwa. Dan kebanyakan dari mereka bahkan adalah 'unskill labour' alias pekerja kasar, seakan-akan pemerintah ingin rakyatnya tinggal duduk santai tak perlu bekerja. Sayangnya, gak kerja gak makan! Slogan kompak penyemangat buruh di negeri pertiwi ini, yang pantai libur meski badan meriang, kaki kokoh melangkah mencari sesuap nasi. Jauh dari mengharap sebongkah berlian.







Pukulan keras lainnya diberikan saat beredar gaji guru honorer, yang hanya berkisar 35.000. Apatah karena "guru, pahlawan tanpa tanda jasa" lantas tak perlu terlalu pusing memikirkan menghargai jasa para pahlawan ini? Hingga gaji 35.000 dinilai layak atas jasa guru mendidik generasi penerus bangsa ini?







Kita hidup di jaman : dimana guru dijadikan buruh pendidikan, dan artis menjadi pahlawan peradaban. -riki nasrullah-

Guru dituntut dengan kewajiban yang begitu menyita waktu, padahal mereka harusnya lebih berfokus menyajikan waktu berkualitas. Hingga mereka dapat memberikan pembelajaran terbaik, bukan sekedar memberi pelajaran karena sudah begitu lelah dan direpotkan dengan pelbagai kewajiban agar mendapat gaji layak.

Sedang pemerintah seakan tak mau bekerja sama untuk memajukan bangsa ini, dengan tetap membiarkan tontonan tak mendidik berseliweran ditelevisi. Acara-acara alay, penuh drama, merusak generasi, hingga membahayakan akidah silih berganti menghiasi layar kaca.




 Tak heran, kalau remaja lebih disibukkan berguru pada kehidupan sinetron. ah saya malah sebenarnya tetap sangat keheranan dan tak percaya atas video yang sedang ramai beredar. Awalnya tak berani klik untuk melihat video, ku fikir itu adalah perkelahian antar anak SD. Tak dinyana, bagaimana bisa? Anak SD, bergulat, bukan beradu jotos namun memeragakan adegan dewasa bercumbu mesra menjadi tontonan seluruh teman-temannya di sebuah teras semua lengkap mengenakan pakaian merah-putih bahkan siswi nya mengenakan kerudung. Innalillah, bagaimana bisa? Saya rasa bisa saja terjadi, toh sekarang iklan cokelat saja menyajikan adegan hampir berciuman. Entah bagaimana sinetron remaja saat ini, tindih-tindihan? Pelukan saat boncengan tanpa helm? Berkelahi dengan berbagai adegan kekerasan? Ke sekolah, namun bukan untuk belajar, tapi nge-geng dan pacaran.

Asupan laknat perusak mental generasi penerus bangsa yang terus saja dipelihara. Nasib para buruh yang mengenaskan, dan yang bertanggung jawab malah hobi membuat lelucon dari penderitaan rakyat.

"Beras mahal, tawar."
"Cabe mahal, tanam sendiri."
"Mau kaya, bisnis kalajengking."





Terkikik atau geram?

Terkesan tak serius sekali mengurusi rakyat. ingin sekali berlepas tangan, dan menuntut agar rakyat mandiri. Sedang fungsi pemerintahan itu sendiri adalah mengurusi rakyat. Percumalah kata, dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Rezim telah usang, telah lelah, telah kepayahan memikul tanggung jawab membawa Indonesia pada kesejahteraan.

Rakyat yang tak sejahtera karena kecilnya gaji tak sebanding dengan terus melambungnya semua harga kebutuhan pokok, dunia pendidikan yang terus tercoreng telah layak membuat kita menyuarakan tak sekedar #2019gantipresiden namun juga ganti rezim. Karena semua kekacauan yang terjadi, tak lagi menjadi kesalahan individu, namun menunjukkan akar permasalahannya, yakni sistem rusak yang selama ini diemban. Indonesia adalah milik Allah, kepemilikian Allah semesta Alam, maka hukum Allah pula lah yang harusnya diterapkan. Allah berfirman :

    "Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (QS. Al-Baqarah 2 : 284)

“Tidaklah pantas bagi seorang lelaki yang beriman, demikian pula perempuan yang beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu perkara lantas masih ada bagi mereka pilihan yang lain dalam urusan mereka. Barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang amat nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36)
Maka Indonesia, raihlah kesejahteraan, dimana rakyat terpenuhi kebutuhan primer-nya, gaji yang layak, kehidupan yang terkondisikan dalam keta'atan hingga generasi penerus bangsa jauh dari kerusakan moral dan mampu mengembangkan potensi diri seoptimal mungkin dengan dukungan negara yang kembali berhukum pada hukum Allah azza wa zalla, pemilik semesta Alam. Allahu'alam.