Selasa, 20 Maret 2018

Hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih peliharaan

Memiliki peliharaan memang menyenangkan. Peliharaan digadang-gadang sebagai obat anti stress yang amat mujarab. Sehingga banyak orang yang minimal akan memiliki akuarium di rumahnya, ini sih yang paling simple gak perlu Free room. Yang lebih simple lagi, ya memelihara kucing lokal, makan apa aja yang kita juga makan, urusan pup n pee terserah dia diluar sana. Mau pulang jam berapa juga, insyaAllah kaga ada yang culik. Hehehe.. ya itu sih yang aku amatin dari kucing-kucing tante ku.

Free room : Istilah untuk jatah keluar dari kandang untuk hewan yang sehari-harinya berada di dalam kandang.

Sayangnya, sering juga seseorang dalam memelihara hewan yang telah diadopsinya secara asal-asalan. Gak usah jauh-jauh deh, aku sendiri, pada awalnya pernah memelihara kura-kura bayi yang gak bertahan beberapa hari mati. Selain faktor edukasi yang salah dari penjual, minimnya Ilmu ku tentang hewan tersebut. Aku gak tau kalau dia baby kata penjualnya sih ukurannya emang segitu. Terus dia juga jenis RES yang semi akuatik, jadi kemungkinan dia mati karena terus menerus harus berada didalam air.ㅠㅠ

Astaghfirullah, Astaghfirullah,

Jadi peliharaan kita itu juga berhubungan dengan akhirat kita. Apakah kita telah memenuhi hak-hak nya sebagai hewan? Apakah kita telah melaksanakan kewajiban kita sebagai pemelihara hewan?
Semoga cerita ini juga menjadi pelajaran untuk teman-teman sekalian. Agar tidak asal membeli hewan, tanpa terlebih dahulu mengedukasi diri dengan informasi berkaitan hewan yang hendak kita adopsi.

Tergantung dari diri kita sendiri, apakah terlebih dahulu muncul keinginan untuk memiliki peliharaan? Atau kah sudah terlanjur kesemsem dengan satu jenis hewan.

Kalau dorongan kuat memiliki peliharaan karena kita basic nya memang menyukai hewan dan belum menentukan hewan apa yang ingin kita pelihara. Maka pertimbangkanlah, kecocokan kita dengan jenis hewan tersebut?

Lebih cocok dengan hewan besar atau kecil?
Kalau besar, gigi-gigi nya besar juga. Wkwkwkwk~ you know what I mean? Because, they still animal and anytime can bite you. Hal ini juga tentang lebih banyaknya kemudhorotan (bahaya) yang kita ambil sebagai resiko dalam memelihara hewan tersebut.

Kalau aku, gak jamin bisa membuat dia bonding 100% ke aku. Jadi aku gak berani ambil resiko memelihara semisal musang, berang-berang, apalagi buaya. Ya ampun. ! ! ! :D :D :D

Itu karena aku sendiri memberi jarak dengan hewan, misal seperti landak-landak dan sugar glider ku, awal nya mereka sampai ingin masuk-masuk ke ketek ku. Bukan apa-apa sih, Geli nya itu loooh. Landak mah ga tau diri yah, haha..... tubuh penuh duri, kalo manja ya gitu suka masuk ke dalam baju owner nya. Jadi kami gak deket2 banget, gak kaya owner lain yang landaknya ampe tidur sama mereka. Selain karena dua landak ku memang kebetulan juga gak tipe manja, mereka tipe setrikaan. :D :D

Paling gede berani nya kucing aja deh, hehehe..
Kalau kamu?

Lebih suka hewan bersuara atau tidak?
Jujur aja, saat aku adop Panda, Sugarglider ku itu, itu kali pertama aku memiliki peliharaan yang memiliki suara. Karena Norris, kucingku, gak berisik dan suara meong nya sangat halus. Apalagi Landak mini, iguana, kelinci, mereka tidak bersuara. Aku sempat srtess dengan makhluk kecil Sugarglider ku yang suaranya memekik, walau jarang. Cuman karena dia sangat sangat sangat lucu, aku tetap suka, meski dia juga gigit, haha.. kalo kata breeder Sugarglider bang Ikhsan Febry, coba aja keluarin 16 sugarglider dari kandang pakai tangan kosong, maka dijamin tangan kita pada bolong. Eheheh.. *hiperbola mah. Padahal gigi nya juga cuman empat, but to be honest, kukunya melengkung dan aku lebih sering gores karena kuku nya. Dan memotong kuku nya itu berat. Untuk pertimbangan sebelum kalian terpikat dengan makhluk endemik Indonesia yang berkantung ini.

Yang pintar dan bisa di toilet training atau gak?
Kalau kalian memilih ikan, tentu hal ini tak perlu dipertimbangkan. Eheheh.. tapi untuk ku sendiri sangat penting memastikan hewan itu dapat ditoilet training atau tidak. Terlebih, sifatnya hewan peliharaan ku harus Indoor karena keterbatasan lahan. Jadi harus benar-benar terjaga kebersihannya.

Jangan lupa memastikan bahwa hewan yang ingin kita pilih sebagai peliharaan tidak termasuk najis dalam Islam. Sehingga kotorannya pun tidak najis, tidak perlu kuatir dengan kotoran yang mungkin terlewat atau tak nampak. Semisal kita menggendong-gendong landak atau sugarglider dalam keadaan tak terlihat kotoran padanya. Maka InsyaAllah kita tak perlu khawatir, karena hal tersebut tidaklah najis.

Yang bisa di peluk dan dielus? Atau hewan unik?
Kita ingin memelihara hewan yang bisa di peluk di unyel-unyel? Sebagai muslim ya Jawabannya nya kucing. :D selain itu sunnah pula. Kalau landak mini? Hmmmm.. bisa aja kalo kalian mau unyel-unyel ntu duri. Banyak loh kasus landak mini ketindihan owner karena diajak bobo bareng, bahkan beberapa kasus kematian sugarglider karena hal itu.
Tapi kalau ikan, gak perlu lah yaa dipeluk-peluk disayang-sayang. kesian dia megap-megap kalo kalian paksa pingin dipangku terus di cium-cium apalagi kalo pingin diajak bobo bareng. Udah, kucing aja. Atau pingin berang-berang kayak mba terry putri?

Yang enak di ajak jalan atau enak dipandangin di kandang aja?
Mudah diajak jalan koq walaupun gede, bahkan sempat aku lihat di facebook beredar video bapak-bapak ngajak kucingnya gathering pake motor dan kucingnya duduk dengan santainya layaknya penumpang. Ahahah.. gak cuman anjing ya yang bisa secerdas itu. Tergantung owner nya bagaimana melatih dan menyayangi mereka.

Hewan pocket juga gak semudah kelihatannya dalam mengajak travelling. Jangan dikira kaya yang di liat di instagram. Santai jalan-jalan sam sugarglider yang nangkring di pundak atau di kepala. Gak semudah itu. Eheheh, apalagi mereka juga gak bisa dipakein harness/tali pengikat. Tapi juga gak sulit-sulit amat koq. :D :D kembali lagi ke tingkat bonding kita sama pet kita. Aku sih lebih sering ngajak jalan landak mini. Agak ribet justru, karena pake kotak gitu kan, dan dia gak boleh di beri tali pengikat. Cuman karena sudah mengenali pemiliknya, mereka ya ngekor disekitar ku aja.

Kalo mau ngajak jalan peliharaan yang tinggal di air/semi akuatik? Anti-mainstream tuh kalo mau ngajak jalan kura-kura. Silahkan aja di coba. Eheheh.. sah-sah aja hewan apa juga yang mau diajak jalan, buat pamer kemesraan. Hasyahhh* kalo di luar negeri mah, biawak juga mereka peluk-peluk jalan-jalan. Paling yang liat doang yang pada ngacir. ><

Untuk landak, hamster, tetep bisa koq di taruh di aquarium terus di kasih hiasan deh biar enak dipandang, asal jangan dikasih air aja ya. :p

Anggaran biaya perbulan
Berapa budget yang kita tentukan untuk hewan peliharaan? Jangan sampai besar pasak dari pada tiang itu pasti. Atau memberatkan dan menjadi beban untuk kita, wah itu sangat disayangkan. Karena tujuan memiliki peliharaan adalah agar kita senang dan enjoy bersama mereka? Ya kan?

Penyakit
Pertimbangkan pula penyakit yang biasanya mengintai jenis hewan yang ingin kita adopsi. Kucinf memang telah lazim menjadi peliharaan, namun tak sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk vaksin dan lain-lain guna menjaga kesehatannya. Ini khususnya adalah untuk kucing impor, hehe.. katanya sih kucing lokal lebih kuat terhadap penyakit. Hal ini juga sebenarnya adalah untuk jaga-jaga, untuk menjamin kesehatannya. Bukan yang benar-benar krusial dan wajib dilakukan, menurut aku sih selama kebersihan, dan makanannya terjaga gak harus juga menurutku membawa dia ke dokter hewan setiap bulan. Kecuali kita memang sangat berlebih masalah keuangan. :D

Waktu
Biasanya kalau memang sudah hobbi, kita gak akan melewatkan sehari pun tanpa minimal menyapa mereka. Pertimbangkan lagi, kalau memang sangat sibuk sebaiknya memelihara yang lebih berfungsi sebagai hiasan dan menenangkan suasana saja seperti ikan akuarium. Hanya tinggal membubuhkan makanan pada jam nya. Selesai. Tapi sulit memang untuk membangun kedekatan dan bersahabat dengan ikan? Benar gak?. Jadi ya bagi yang ingin membangun kedekatan dengan peliharaan tidak ada salahnya memilih yang perawatan ekstra. Asal mampu berkomitmen mengurusnya dengan baik. Jangan sampai menelantarkannnya tak teurus karena kita sudah bosan atau merasa tak ada waktu mengurusnya. Pernah ada kasus loh, landak mini hampir botak karena gak keurus. ㅠㅠ dan kalian tau kann kasus penelantaran hewan itu sudah sangat banyak. Syukur-syukur kalau dibuang di alam bebas, lha kalau yang dibiarkan terkunci di rumah kosong tanpa makanan tanpa bisa menyelamatkan diri? Dzalim betul.

Nah, itu tadi beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan dalam memilih hewan yang ingin kita pelihara. Semoga kalian benar-benar menemukan yang pas. :) menjadi sahabat, saling melengkapi, hak dan kewajibannya terpenuhi. Dan semoga tulisan ini bermanfaat ^^~

Xoxo,
Loly

Kamis, 15 Maret 2018

CYNEFIN - Proyek hidup bersama hewan peliharaan

Assalamu'alaykummmmm~~
^^
Teman shalihah,
Hari ini aku mau berbagi cerita tentang satu mimpi ku.
-Cynefin project-
Sumber : Pinterest

Cynefin. (n.)
A place where a person or an animals feel it ought to live and belong; it is where nature around you feel right and welcoming.
Ya pokoknya gitu deh, hehe..

Intinya aku tu pingin banget punya pojokan di rumah untuk membangun sebuah enclosure dan melakukan rekayasa ekosistem. Aishhh~ bahasanya ><
Karena aku juga adalah seorang penikmat senja [hasyaahh~ kibas rambut....] dilihat-lihat dari rumah ku, spot yang paling cocok adalah balkon. Paling seneng deh kalo nikmatin senja di situ, sambil ngajak main peliharaan ku. Makanya nama proyek ini belum fix, pingin juga masukin unsur matahari senja nya. Komorebi, misalnya, cahaya matahari yang menembus pepohonan.  Atau teman-teman ada ide nama lain?
Ini namanya juga mimpi yaa, asal nyablak aja jadi.. :D :D :D siapa tau bisa diekskusi beneran. Aamiinin napah?! ?!
Back to rekayasa ekosistem, eheheh..
Maksudnya disini, aku mau ngumpulin berbagai jenis hewan peliharaan dalam enclosure. Dimana kita dapat duduk santai di dalamnya bermain dengan hewan-hewan peliharaan kita sambil menikmati sore, atau juga kopi, mungkin. Duh, kira-kira perlu luas berapa tuh? Mungkin 2×1,5 ×2 m (p×l×t). Ini kalo mau beneran membangun di balkon yaa. Karena balkon ku gak terlalu lebar, hanya sekitar 1,5 meter.
Terbuat dari mesh kayaknya sih cukup aman, dengan rangka kayu. belum mengerti pertimbangan resikonya, takut ada ular kecil yang masuk dari lubang mesh, atau yang lain.
Seperti di kebun binatang biasanya, ada pohon di dalam kandang. Aku ingin di dalam Cynefin ini juga di rekayasa seasri mungkin, ya, cukup seperti ada tanaman pucuk merah, atau bambu hias, atau rumput kesukaan kucing. Inginnya sih, banyak tanamannya juga, kalo bisa hidup aku tanam. Hahaha.. soalnya tangan aku kayaknya lebih tercipta untuk ngurusin hewan dilihat dari banyak nya tanaman ku yang gagal tumbuh subur.
Yang terpenting dulu deh, Hewan apa aja sih yang akan menghuni cynefin?

Chimi & Vivi

-Landak Mini (hedgehog)
Aku kan udah ada sepasang, Chimi & Vivi.. kalian sehat selalu yaa uri baby-deul sampai Cynefin kita terealisasi. :* :*
Dua kandang untuk mereka, tau lah ya, mereka kan soliter. 60×40×30 cm standar kandang mereka, aku tertarik bikinin yang hidden dari kayu, tapi dapat dibuka di bagian atas. Dan ada pintu di bagian depan. Jadi saat giliran freeroom, aku tinggal bukain dia pintu biar dia bisa kesana kemari.

In Frame : Adek dan Panda si Sugi 

-Sugar Glider.
Yang kerjanya bersembunyi di balik tanah udah ada, para hedgie. Lah sekarang yang lompat-lompat dari satu dahan ke dahan lain. Versi mini nya juga nih, sugat glider. Hewan yang unik banget, serius deh mereka itu memang lucu gak ketulungan. Hewan marsupial, yang berkantung kayak kangguru. Mereka ini hewan berkoloni, jadi wajib banget ya dimiliki sepasang. Bukan karena ingin mengembangbiakan mereka terus dapat duit, tapi itu adalah hak mereka. Lha, aku gak tergambar gimana jualnya kalau semua hewan ku beranak pinak. Yang ada aku malah galau, ㅠㅠ ㅠㅠ memiliki, terus gimana kalau ada yang mati? Aku kan kalau udah terlanjur sayang,susah.. #eaaaa :p
Terus kalo lepas adop? Percaya gak ya yang lain bisa jaga anak-anak, cucu cicit kita dengan baik.. ㅠㅠ ㅠㅠ
Tolong bantu aku, ㅠㅠ
Solusi Islam terbaik untuk hal ini, Chin-gu-yaaa~~ ^^..
Untuk cage mereka sendiri tergantung di bagian atas kandang anak duri. Sejajar saat kita duduk. Sehingga, kita dapat menikmati tingkah lucu mereka di dalam cage sambil duduk menikmati kopi dan senja. #Asek
Didalamnya di beri tanaman palsu yang merambat biar Cynefin semakin terkesan rindang. Bersebelahan dengan kandang burung yang berkicau syahdu, wah mantep dah.

In Frame : Dorris, yuk follow ig aku : Nyrs7

- Kucing
Master of Pets~ hasyahhh
Aku naksir berat sih sama jenis Norwegian Forest Cat, tapi tolong, kittennya aja start 7,5 juta. ㅠㅠ
Ada sih yang jual turunannya. Spesialnya sih ras ini tu bisa jadi kucing besar banget, puas banget deh meluk, dan dia punya surai yang panjang, cocok banget berperan sebagai raja hutan di Cynefin. Bulu putih sempurna, red point, bermata biru, dan cewek yang terpenting. Kenapa? Karena biasanya yang cowok tetap suka pup n pee sembarangan.
Semoga aku segera menemukanmu ^^~
Sumber : Pinterest

- Kura-kura
Aku udah 3 kali punya kura-kura, dan ingin punya lagi. Tolong jangan tanya, bagaimana kami berakhir. :( :(
Enak sih, makan dan pup nya gak terlalu banyak. Kura-kura darat sulcata  yang aku incer, tapi sekali ini inginnya punya sepasang. Tapi juga harganya 1-2 juta. Kayaknya kalo gak terealisasi juga gak kenapa-kenapa. Tapi lucu aja kalo ada yang jalannya lambat gitu. Ada jenis lain gak nih yang lebih menarik? Eheh? Kura-kura air?
- Ikan & burung
Untuk dua spesies ini, sebenarnya kayaknya sebuah pelengkap yaa.. gak afdol kalo gak ada yang bunyi, dan yang paling asyik ya burung. Ada sih yang aku taksir, burung love bird warna biru putih kayak punya tetangga waktu aku di semarang.
Ibarat 4 sempurna 5 sempurna banget, di tambah gemericik air, di kolam kecil. Mesin air aquarium yang di sulap sedemikian rupa agar terlihat aliran air alami. Menghidupi sepasang ikan di kolam yang disemua sisinya di kelilingi batu cukup besar, penyempurna kesan natural.
Sumber : Pinterest

Terus jadi santapan kucing. ㅠ ㅠ :D duh iya yaa~
Gimana nih? Kalo punya kucing sih wajib banget, tapi rekayasa ekosistemnya kurang lengkap kalo gak ada bagian air nya.
Itu tadi sedikit hewan yang aku inginkan melengkapi hidup ku di Cynefin. :D :)
Ngomong-ngomong balkon, posisi nya pas banget menghadap matahari yang akan tenggelam di arah kanan. Jadi setelah pintu masuk Cynefin, aku ingin meletakkan pucuk merah di sudut kanan, biar kesan komorebi bisa di dapatkan. Dan beberapa tanaman bunga hias gantung, andai mereka juga sukses subur dalam  perawatan ku. Belum nyoba lagi sih, berkebun. Jadi pas Sugar glider free room, mereka akan sangat senang bertemu berbagai tanaman asli. :D :D
Dan, aw aw.. lagi lagi, Sugar Glider adalah makanan lezat bagi kucing. ㅠㅠ tapi beberapa teman jepang & Korea ku membesarkan kucing dan Sugar Glider bersama-sama. And they said it's ok, and so funny.
Balkon ku terbuat dari kayu, aku ga tau yang terbaik alas untuk Cynefin itu apa. Apakah bisa beralas tanah kemudian di beri rumput asli. Dan dapat membuat kolam sederhana. Tapi bagaimana dengan perairannya? duh itu kayaknya ngomong ke tukang dulu ya. Ahahah.. dan aku ingin membentuk enclosure ku menonjol ke arah luar.
Sumber : Pinterest
Atau beralas karpet hijau aja, aku gak ngerti sih jenisnya, tapi teksturnya gak lembut dan cenderung keras. Kemudian di beri hiasan daun-daun kering imitasi untuk mainan landak mini. Wah kalo ngomong-ngomong tanaman imitasi, bejibun, dan bagus-bagus, bisa ditambah tanaman rambat dan ilalang-ilalang yang bagus banget saat sinar matahari senja menembusnya.
Ah, semoga terealisasi Cynefin impian ku. Sebuah cage yang rindang dan sangat hangat saat disinari matari sore. Melihat si lambat kura-kura berjalan, dan si setrikaan, landak mini, kemudian yang loncat-loncat gelayutan sugar glider, dan super besar kucing Norwegian, di temani kicau burung dan gemericik air. Makon seneng deh anak-anak tetangga main ke rumah ku. :D :D
Aishhh.
Udah ah, menghayalnya. :D :D
Do'akan ya teman-teman semoga terealisasi.
Loving You,
Loly Norsandi