Senin, 15 Januari 2018

Tangis di Wisuda Tahfidz angkatan IV


Wisuda tahfidz adalah istilah yang tak asing ditelingaku, banyak teman-teman mengikuti acara yang dilakukan secara berkala ini. Anaknya kah yang menjadi peserta, ataukah dia yang menjadi penyelenggara, tapi aku belum sekalipun datang ke acara wisuda tahfidz. Hingga kemarin, akhirnya terjawab sudah keingintahuanku. Aku menerka-nerka, apakah wisuda tahfidz itu, mereka membacakan semua hafalan mereka. Atau kah prosesi layaknya wisuda kuliah. Naaaah, yang belum wisuda, ayo semangat menyelesaikan tugas akhir atau pun skripsi ya.
Alhamdulillah, 13 Januari kemarin aku berkesempatan menghadiri Wisuda Tahfidz angkatan ke IV yang dilaksanakan oleh karantina tahfidz qur'an cabang kalses. Acara tersebut diadakan di hotel Rodhita Banjarmasin. Saat aku sampai disana, aku sudah melewatkan sesi para peserta melantunkan Alqur'an, sangat disayangkan. Akupun kebagian tempat duduk hampir dibelakang, karena ada ratusan tamu yang datang ikut menyaksikan acara para penghafal Qur'an ini.
Alhamdulillah, acara berikutnya tak kalah menarik. Kami disuguhkan tayangan lucu nan haru perjuangan para santri-santriwati menghafalkan Alqur'an dalam sebulan. Mereka semua, para peserta wisuda tahfidz adalah pemenang, berapapun hafalan mereka, perjuangan mereka luar biasa. InsyaAllah kalo kata salah satu ustadz yang berada disana. Sekalipun kita gak hafal Alqur'an tapi hingga meninggal kita berusaha keras menghafal Alqur'an maka kita juga akan mendapat pahala penghafal Alqur'an dikarenakan usaha kita. MasyaAllah! Menginspirasi sekali. Gak rugi saya datang ke acara ini.
Pekikan demi pekikan takbir menggema menyambut nama-nama yang diumumkan sebagai pemenang. Mulai dari kategori hafidz-hafidzoh terbaik, yang mampu menghafal hingga 30 juz, hingga hafidz-hafidzah yang bersikap sangat santun kepada para murabbi, pembimbing mereka. Penyelenggara sangat mengapresiasi peserta mereka yang tak hanya mampu menghafal Alqur'an, namun juga memiliki Akhlak Qur'ani, salah satunya adalah memiliki adab yang baik kepada para pembimbing.
Tidak hanya sampai disitu. Acara dilanjutkan dengan, testimoni. MasyaAllah sekali, seorang bapak mengajak serta seluruh keluarganya dalam rangka liburan sekolah ini, untuk mengikuti karantina tahfidz di salah satu pondok di Banjarmasin. Mereka dari buntok atau pangkalanbun, aku gak ngeh, riuh gemuruh hadirin bersorak takjub terhadap semangat pria 40tahunan ini. MC luar biasa, ustadz Syarbaini menggiring hadirin menyaksikan Talkshow inspiratif dengan tiga pria luar biasa. Nama mereka agak susah saya ingat, tapi cerita mereka sangat berkesan. Salah seorang ustadz, saat kecilnya tinggal di Makkah, dan suatu hari sang nenek membelai pundaknya sambil berucap
"Semoga kelak engkau menjadi hafidz, seperti anak-anak orang arab"
Ustadz kecil ini bergidik ngeri, hingga tak berani lagi menemani neneknya menonton anak-anak orang arab membaca Alqur'an. Namun saat beliau dewasa, seseorang dari negara lain bertanya pada beliau, apakah beliau orang arab? Ustadz tersebut menjawab tidak. "Tapi bacaanmu seperti imam masjidil haram." Puji orang asing tersebut. MasyaAllah.
Kenapa ada karantina tahfidz? Karena hidup sekarang, semua ingin instan, maka Beliau mendirikan karantina tahfidz, agar dapat memfasilitasi mereka yang ingin menghafal Alqur'an. Agar waktu mereka efesiensi, terfokus pada menghafal Alqur'an dalam waktu yang ditentukan. Seperti slogan : menghafal Alqur'an dalam sebulan, muroja'ah seumur hidup!
Selain karantina tahfidz, sekarang di Banjarmasin juga tersedia pondok tahfidz Amanah Ummat. Beralamat di jalan A. Yani km. 10, sekolah baru ini memberikan pengajaran lebih intensif, mencetak ulama-ulama baru yang akan membumikan Alqur'an di banua tercinta ini.

Usai sudah acara, seluruh hafidz-hafidzah pun dilepas dengan mengucapkan ikrar janji setia menjaga hafalan dan juga mengamalkan isi Alqur'an. Menyanyikan hymne, sambil bergandeng satu sama lain. Mungkin diantara mereka sudah mulai terikat setelah satu bulan bersama, gurat kesedihan tergambar jelas saat mereka memeluk erat satu sama lain.
Tangis haru pecah, saat semua peserta kembali kepada keluarganya. Aduh.. aku mau nangis juga bingung, malah jail mengabadikan sweet momen mereka. Ini diantaranya....
Foto terakhir, sadis.. nyempil di keluarga orang. T.T :D


Saat hendak pulang, Alhamdulillah bertemu dengan ustadzah Yenni ummu Hamzah pendiri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Daruul Inqilabi, Karang Intan, Martapura. Beliau menyempatkan menempa skill anak-anak didik dengan meminta mereka melakukan wawancara kepada para pemenang. Hehehe.. sempat-sempatnya ya mi. Semoga tugas ini bisa mereka kerjakan dengan sangat baik. ^^



Jadi, Ibu-Bapak yang ingin anaknya dididik disekolah berkualitas, Pondok Pesantren Darul inqilabi bisa hubungi kak
 yenni ummu hamzah

Dan STQ Amanah Ummat dengan ustadz Asbudi
Yang pasti air mata tertahan ini, karena bingung mau keluar untuk apa. Semoga next time bisa bergabung menjadi peserta karantina tahfidz di pondok Amanah Ummat. Yah, satu juz aja aku udah seneng banget. Akan ku boyong semua keluargaku, biar kami mewek bombay disana. Kayak romantisnya mereka hari ini. Duuuh, Loly, ujian tahsin tuh loh, kamu udah dua smester tinggal kelas. Si Gina nyariin terus, getol banget. Kalo kalian punya temen yang istiqomah bin sabar banget ngajak kamu pada kebaikan, KEKEPIN! Jangan dilepas ! ! ! !
Sekian dulu, semoga harapan 2030 : satu keluarga, satu penghafal Alqur'an bisa terwujud. Aamiin Allahumma Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar