Minggu, 31 Desember 2017

RESOLUSI LOLY EONNI di 2018

Hi.. hi.. hi..
Assalamu'alaykum. ^^~
Senyum khas eonni dl neh. Heheh.
Malam ini, dari judul postnya aja udah ditambah eonni yak? Yah.. mau membiasakan diri menerima kenyataan, kalau sekarang udah punya banyak adek. *nyengir
Bukan maksud ngerayain tahun baru. Tapi gak ada salahnya memulai hidup baru, diangka satu (1 januari).. biar mudah ngitung. Aku tu cewek berdarah A+ yang hidupnya bakal gak jelas kalo gak pake perencanaan yang matang, dan aku udah buktikan. Hikhik.. T.T

Rabu, 27 Desember 2017

Meet n Greet season 2 Komunitas Remaja Solehah (KRS) Banjarmasin

Assalamu'alaykum..
Aku denger hari ini [26/12/2017] ada acara remaja di hotel Rodhita Banjarmasin. Sangking panjangnya antena, saat itu ada acara saat itu aku bisa kesana. Wakwau :v :D
Aku pun coba menyelinap, gak nyangka hasilnyaa ?!.. tsaah* dah kayak artikel2 yang biasa berseliweran di efbe. Haha..
Next-
Aku coba nyelinap, yah.. mudah aja sih buat aku masuk ke acara remaja gini, secara aku kan masih imut banget. *ketawasampenangis hahaha.. kalian nangis beneran mau nyakar gue. :p
Aku pun berhasil melewati mental detector [?] Eh*

Rabu, 20 Desember 2017

Jonghyun, Mental Illness, dan generasi Islam

Assalamu'alaykum...
Malam-malam, sambil maskeran ngikut beauty care ala negeri ginseng korea scroll beranda fb ketemu temen yang share tentang berita dunia yang lagi jadi trending topic.
Ok, aku udah bahas tentang kematian Jonghyun shinee kemarin. Intinya sih aku bilang, kematian itu mudah saja tergantung pemikiran. Dan sangat disayangkan dunia tak sesedih ini saat mendengar kabar genosida palestina.
Aku baca status yang dibagikan salah satu temen facebook ku. Ini cara pandang yang berbeda dengan topik yang sama, tentang kematian Jonghyun 'Shinee'.
Intinya sih, jonghyun itu depresi. Dan depresi itu penyakit. Sama kayak DBD yang kalo gak dibawa ke rumah sakit, cukup dirumah saja, berdo'a, tidak akan sembuh. Seperti juga depresi, dan mental illness lainnya.
Dia ingin para pembully yang bilang2 Jonghyun dan para pelaku bunuh diri harus lebih respect. Karena menngidap depresi atau mental Illness itu gak mudah. Bersyukurlah kalau logika kamu sehat. Tapi mereka gak bisa berfikir dari sudut pandang orang sehat, mental mereka sakit.
Apalagi kalau mau ngebully peduli sama orang bunuh diri bukannya peduli sama palestina. Disini dia njelasin, kalau konflik palestina atau yang semacam ini masih minoritas didunia. Sedangkan mental illness sudah menyebar ke penjuru dunia, dan indonesia mendapat rapot merah. Hehe.. mungkin karena angka bunuh diri kite masih rendah, jadi banyak yang sakit dan masih hidup.
Di indonesia, penyakit kejiwaan seperti ini agak tabu dan gak dipercaya. Orang skizofernia, bisa dianggap kerasukan atau kesurupan. Sehingga banyak yang mengalami stress, depresi dan penyakit kejiwaan lainnya lebih memilih memendam dan bilang 'Aku baik-baik saja'..
Itu sih yang aku simpulin setelah menyimak status dia. Gak ada salahnya menurutku, aku juga takut, apa aku berstatus pongah dan salah. Kalau iya, maka wajib aku perbaiki kalau ada pandangan yang lebih benar.
Sebenarnya sederhana saja, kenapa banyak netizen beragam Islam yang menghinakan kematian Jonghyun karena dalam Islam sendiri bunuh diri adalah hal yang sangat Allah murkai. Mungkin juga ditujukan untuk mengingatkan sesama muslim, kalau ada air mata yang harus jatuh, maka harusnya jatuh untuk saudara sesama muslim yang tengah di bantai.
Tapi, Jonghyun nya sendiri bukanlah beragam Islam. He.. you know what I mean?
So, aku juga gak mengaitkan keputusannya untuk mengakhiri hidupnya dari pandangan hukum Islam.
Nah pontnya disini adalah mental Illness. Berhubung Indonesia mendapat rapot merah. Aku coba melemah pada diri dan menelisik 'am I sure, I'm Ok?'
Diusiaku yg 23tahun. 6 tahun yang lalu aku memutuskan hijrah dan terikat dengan kajian Islam. Tentu saat itu usia labil ku, normalnya Kids Zaman Now usia 17 tahun itu digombalin yak? Hehe.. berebut pacar ato saling menusuk antar temen. *hasyah.. serem.
Bagaimanakah dengan mental ku? Apakah masa muda ku direbut saat aku mengubah haluan hidup, melawan arus, mencitacitakan menjadi wanita yang shalihah?
Ada sebuah kata-kata bijak
"Beribadah adalah untuk menguatkan keimanan, bukan menangkal ujian hidup"
kita sebagai ummat Islam, percaya bahwa semua orang memiliki ujiannya masing-masing.
Benar juga perspektif kawan facebook ku itu. Sebaiknya jangan bersikap abai dengan mental illness yang diderita Jonghyun, dengan menganggapnya pecundang. Halah, begitu aja bunuh diri.. karena itu akan membuat penderita lainnya semakin menutup diri, dan berkemungkinan meningkatkan angka bunuh diri. Aku gak mauuuu !!!!
Aku aja loh, belum tentu kuat dibully orang dari segala penjuru dunia. Alhamdulillah Allah kasih aku gak jadi artis. Hewhew..
Kembali lagi kekepercayaan kita bahwa semua orang punya ujiannya masing-masing. Dari awal berhijrah sampe sekarang, adaaaa aja masalahnya.
Misal, ditaksir cowok ganteng tapi Allah bilang "Jangan Dekati Zina.." dan
"Aku masih anak sekolah, satu SMA..... "  (gue nyanyi..) Lha emang kalo udah gak sekolah tu cowok mau ngajak nikah? Heleh*
Ujian gak tuh?! :v :v
Tapi aku gak sampe depresi koq, gak tertekan milih pacaran sama cowok ganteng tapi dosa. Ato ku tolak, padahal ganteng Haghag.. ini misal loh yak ! :v :v ya kali yang kayak Oh Sehun yang naksir, biar sekalian. :D :D #gilaaak
Alhamdulillaaaaaah lagi. Agama Islam itu ngajarin :
Allah sudah menuliskan nama kita dan jodoh kita di lauhul mahfudz ribuan tahun yang lalu.
So' ngapain sama yang gak pasti-pasti? Nantilah, kalo jodoh kan juga gak kemana.
Awal berseragam hijab syar'i juga sempet dibully, dibilang kunti. Duh, sekolah di SMK yg mayoritasnya cowok, koq banyak aja ya yang mulutnya keriting.
Selain kunti juga, dibilang kayak wong tuo.. hikhik :( :( Karena hijab syar'i gak se nge-tren kayak zaman Now.
Eh malah curcol.

Tapi disini aku bersyukur banget, karena aku bertumbuh dalam rengkuhan nikmat Islam yang luar biasa. Yang menjadikanku bermental sehat, dan dengan keyakinan bahwa bagaimanapun ujian dalam hidup. Islam punya solusinya. Kita Diuji sesuai kadar kemampuan kita, kita pasti mampu melewati apapun itu. InsyaAllah! We can do it!
Sekali lagi aku membenarkan statusnya, bahwa penderita mental illness jangan sampai kalian bungkam dan mengikuti jejak Jonghyun. Ungkapkanlah perasaan kalian, berceritalah kepada kami, datanglah kepada kami. Gak harus ke dokter sih menurutku. Oya, dimana kami? Kami ada dimesjid-mesjid, kawan.. datang laah.
Kami punya solusi selain dokter. Cocok banget buat Indonesia yang mayoritas gak percaya dengan yang namanya mental illness.
Solusinya yakni : Iman Islam
"Aku Islam loh, tapi aku tetep aja depresi, aku tertekan dengan hidupku. Kenapa coba? tapi aku gak sholat sih.." hehehe..
"Sholat enggak, berhijab enggak, puasa enggak. Giliran diuji. Malah nanya "Tuhan, Apa salahku?"

Ini adalah dampak demokrasi, sekulerisme. Nganggep Agama itu candu, gak pantes ngatur kehidupan, bikin ribet. Padahal Agama (Islam) lah yang menyirami hati yang kering kerontang, yang mengurai benang kusuut yang mencekik. Iman Islam membuat lebih kuat menghadapi ujian hidup. Percaya deh?!
Yakin deh. #yukngaji #IslamKaffaah
Selain ibadah keseharian, pergi ke majelis ilmu itu sangat membantu kita agar bermental sehat. Pergi ke kajiannya dapat pahal besar, kita jadi semakin termotivasi untuk terus mendekatkan diri kepada Allah, memperdalam rasa percaya kepada Allah Azza wa jalla, disana juga kita akan bertemu dengan teman-teman yang shalih/ah sebagaimana sunnah Nabi Muhammad kan? Berteman dengan orang shalih/ah. Maka insyaAllah hati mu akan terus basah oleh nikmatnya iman. Kehidupan menjadi begitu mudah, bagaimanapun ujian yang tengah menerpa. Kalaupun kadang benangmu kusut, kamu senantiasa punya teman yang membantumu mengingatkanmu pada janji-janji Allah. Yang memberimu pandangan yang sangat meringankan beban hidup yang kita rasa berat. InsyaAllah.
Panjang banget yak, tapi berisi gak sih. Heheh.. aku ini faqiir ilmu banget, anak kemarin sore, tapi kalau mau bahas mental illness obatnya adalah iman islam. Yang sudah mampir mohon, koreksinya, atau menambahkan. Agar tulisan ini bisa benar-benar menyentuh kawan-kawan yang mengidap mental Illness, mereka bisa hidup bahagia, masalah mereka bisa diselesaikan dengan Islam, bagaimanapun bunuh diri tak pernah jadi solusi. Hanya memisahkanmu dengan orang-orang yang kamu cintai. Dan orang-orang yang mencintai kamu harus merasakan kehilangan.

Wassalamu'alaykum warohmatullah..

Sabtu, 02 Desember 2017

Ketika Ia berjanji berhijrah, terima kah lamarannya?

Assalamu'alaykuuum ^.^


Hmmmm.. fotonya bikin baper ya naik sepeda tangerang - monas, 5 jam perjalanan untuk mengikuti reuni akbar 212.. :D inilah romantisnya kalau menikah dengan pasangan yang sejalan sepemikiran. Jadi ide buat saya nulis artikel ini.
Saya yang tidak seshalihah ukhti sekalian ini sebenarnya malu mau nulis yang beginian tapi gak papa yaa sekali ini. Hanya sekedar berbagi pandangan. :)
Kita sebagai perempuan yang percaya betul akan hadirnya masa kekhilafahan sesuai bisaroh Rasulullah. Tak hanya percaya tapi juga memperjuangkannya, melakukan jual beli kepada Allah dengan waktu, bahkan harta kita. Sedangkan hingga saat ini, belum banyak yang berada pada poros ini.